Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... write and share for empowering, peace and justice

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Purnama, Gerhana dan Bangsa Pilihan

26 Mei 2021   17:15 Diperbarui: 26 Mei 2021   17:18 166 29 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Purnama, Gerhana dan Bangsa Pilihan
Ilustrasi: "Gerhana Bulan" (Nasa via BBC Indonesia by Kompas.com)

Menatap purnama, disaat rembulan putih bulat sempurna. Tiga raja duduk sejajar di tahta suci: sang mentari, sang bumi dan sang bulan. Rasa berdecak kagum. Sunyi, perih dan samsara terbang memeluk rembulan. Anak manusia kidungkan harmoni.

Tapi, purnama malam ini, tak ada putih membalut rembulan. Tak tampak purnama hanya gerhana. Rembulan merona. Raut wajahnya merah darah. Namun tak ada darah yang tertumpah. Blood moon tetaplah cantik. 

Gerhana hari ini, seperti purnama, ketika mentari, bumi dan rembulan duduk sebangku, sejajar dan saling tersenyum di Waisak yang suci. Penumpang bumi sujud sembah, kepada kesempurnaan karya Sang Khalik. 

Lalu engkau, manusia pilihan, apa kabarmu? 

Purnamamu adalah kesombongan dan keangkuhan. Gerhanamu adalah perang di bumi kesucian. Tiada setara, tiada harmoni. Purnamamu bukan putih tapi hitam kelam. Gerhanamu merah berlumur darah sesama.

Bangsa pilihan

Kita semua adalah pilihan Sang Khalik ketika napas diberiNya di bumi yang sama, di bawah rembulan dan mentari yang sama. Di purnama dan gerhana yang sama.

Tak hanya engkau!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x