Mohon tunggu...
Megawati Sorek
Megawati Sorek Mohon Tunggu... Guru - Guru SDN 003 Sorek Satu Pangkalan Kuras Pelalawan Riau

Seorang guru yang ingin menjadi penulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Apa Gara-gara Hape?

1 Juni 2023   12:11 Diperbarui: 1 Juni 2023   13:20 170
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri: Koleksi Desain Megawati Sorek 

 

 "Kenapa, Nek?Sakit?"tanya Neng Alya ketika ia melewatiku yang sedang mengurut betis karena pegal.

     "Tidak ada, Cung, biasa sudah sepuh. Kamu sudah makan? Itu makanan di tudung sudah siap!" jawabku sambil menunjuk ke meja makan.

     "Iya, Nek. Mama mana, Nek?!" seru Neng Alya sambil menyendok nasi ke piring.

     "Loh, tadi Ibu di kamar. Sepertinya dandan mau siap-siap pergi, atau sudah pergi, ya? Nggak ada pamit," ujarku sambil menatap Neng Alya yang mengunyah seraya menganggukkan kepala.

     Bu Desma---mamanya Neng Alya adalah wanita yang hampir berusia menuju kepala empat, tetapi beberapa tahun terakhir ini kelakuannya seperti remaja putri yang sedang puber. Kerjanya tiada lain asyik dengan ponselnya, yang kusebut dengan benda pipih, karena bentuknya tipis. Waktunya banyak dihabiskan dengan benda tersebut dan bepergian ke luar bersama teman-temannya.

     Pernah kupergoki Bu Desma lama di depan cermin, kukira menghitung kerutan di wajahnya, serta merenung untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Ternyata pemikiranku salah. Ia berdandan dengan lama lalu meletakkan benda pipih tersebut di depan wajahnya. Ia pun tersenyum, lalu memajukan bibirnya dengan melakukan banyak gaya  pokoknya.

Cekrek

Cekrek

Cekrek

Begitulah bunyinya. Gaya berpakaiannya pun modis dan wow. Ya, tidak apa juga, sih, namanya wong sugih, ya, 'kan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun