Mohon tunggu...
Khoirul Amin
Khoirul Amin Mohon Tunggu... www.inspirasicendekia.com adalah portal web yang dimiliki blogger.

coffeestory, berliterasi karena suka ngopi.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Siap Tidak Siap Masuk Sekolah Pascavaksinasi Covid-19?

30 Maret 2021   10:50 Diperbarui: 30 Maret 2021   10:55 162 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Siap Tidak Siap Masuk Sekolah Pascavaksinasi Covid-19?
Kegiatan evaluasi hasil belajar dengan protokol kesehatan dan dibatasi 12 siswa perkelas di SMAN 1 Dampit. Ini sekaligus bisa menjadi simulasi kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas yang akan dilangsungkan semester mendatang. (foto/amin)

KEGIATAN meliburkan kegiatan di sekolah sementara akibat pandemi dan mengganti dengan belajar di rumah, sudah dilakukan hampir setahun terakhir. Wacana pembelajaran tatap muka atau kembali masuk sekolah semester depan sudah menguat. Seperti apa sebenarnya kesiapan sekolah?

Tahun ini, pemerintah memastikan menjamin pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat yang aman melalui vaksinasi Covid-19. Pendidik dan tenaga kependidikan semua sekolah disuntikkan vaksin sebelum kebijakan pembelajaran tatap muka secara terbatas benar-benar diberlakukan Juli 2021 mendatang.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga telah menegaskan, masuk sekolah atau pembelajaran tatap muka terbatas bahkan dimungkinkan bisa dimulai April 2021 mendatang.

Penelusuran di sejumlah sekolah, berbagai kesiapan memang tengah terus diupayakan mengantisipasi sekolah tatap muka nantinya. Setidaknya, dilakukan pada penyediaan sarana sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19.
Pihak SMAN 1 Dampit Kabupaten Malang Jawa Timur misalnya, menegaskan siap sepenuhnya menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Kami bisa dan siap menyelenggarakan secara terbatas dulu, memasukkan 50 persen dari jumlah total siswa secara bergiliran. Ini sebenarnya juga sudah pernah kami coba beberapa kali sebelumnya," kata Kepala SMAN 1 Dampit, Munadji, Senin (29/3/2021).

Soal protokol kesehatan, lanjut Munadji, juga diakui sudah diupayakan sejak lama. Ia memastikan rutin melakukan penyemprotan desinfektan ruang kelas, penyediaan pencuci tangan, hingga masker bagi warga sekolah.

"Yang terpenting tetap bisa melayani dengan baik anak saat di sekolah. Jadi, jangan sampai kelas atau pelajaran kosong. Ini sekaligus mengawasi disiplin protokol mereka," tegas mantan guru berprestasi ini.

Pelaksanaan vaksin Covid-19 yang diikuti jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Malang (dok.pribadi)
Pelaksanaan vaksin Covid-19 yang diikuti jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Malang (dok.pribadi)
Kesiapan serupa juga dikondisikan di jenjang SD dan SMP. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memastikan kesiapan sekolah melalui Daftar Periksa (Checklist) yang harus diisi semua sekolah. Daftar Periksa ini menyangkut protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang harus dipenuhi semua sekolah.

Diantaranya, ketersediaan sanitasi sarana sesuai prokes, memastikan status atau riwayat komorbid tak terkontrol siswa (dan keluarganya), hingga akses transportasi yang digunakan dan persetujuan orang tua/wali siswa.

Riwayat bepergian siswa juga dipantau melalui kerja sama dengan pihak Satgas Covid-19 yang disiagakan. Yakni, perjalanan yang dilakukan dari daerah dengan tingkat kasus Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

Ketua MKKS SMPN Kabupaten Malang, Supriyanto menegaskan, kesiapan sekolah menyambut pembelajaran tatap muka terbatas nantinya disesuaikan dengan daftar periksa yang sudah ditentukan. Informasinya, sebelum resmi memasukkan sekolah dan pembelajaran tatap muka, tiap sekolah akan dikunjungi kesiapannya oleh tim khusus yang melibatkan Satgas Covid-19.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x