Mohon tunggu...
RUANG BACA By MBI
RUANG BACA By MBI Mohon Tunggu... Penulis - penulis "Rifky Muhammad Firdaus"

📖 Ruang Baca by Mbi ✍ Penulis "Rifky Muhammad Firdaus" "Membaca itu bisa di mana saja, tidak perlu buku untuk bisa mendapatkan ilmu" (Rifky)

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Heboh, Kemkominfo Himbau Platform Digital Mendaftar ke PSE, Apakah Data Kita Aman, Ini Penjelasannya!

9 Agustus 2022   17:19 Diperbarui: 9 Agustus 2022   17:30 50 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Birokrasi. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Berita Trending-(8 Agustus 22) Di duga kemkominfo (kementrian komunikasi dan informatika) menghimbau suatu lembaga/badan usaha di gital maupun website untuk mendaftarkan ke PSE. 

Kebijakan ini berdasarkan peraturan mentri komunikasi dan informatika No.5 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan system elektronik lingkup privat dan di atur oleh peraturan pemerintah No.71 Tahun 2019 tentang penyelengaraan system dan transaksi elektronik.

Pada tanggal 8 Agustus 2022 tepat pukul 12.52 terdapat 9252 SE domistik yang telah terdaftar 50 SE domistik di hentikan sementara dan 10 SE di blokir. 

Sedangkan, 304 SE asing telah terdaftar dan 17 SE asing di hentikan sementara. Data tersebut masih akan bertambah secara berkala mengikuti berjalannya waktu. Namun, kebijakan baru ini membuat warganet masih bertanya-tanya tentang kebijakan untuk mendaftarkan website maupun platform di gital ke PSE yang di selenggarakan oleh kemkominfo tersebut.

Lalu, apa tujuannya kemkominfo untuk menghimbau website maupun platform di gital untuk mendaftar ke PSE? Tentu, bukan alasan yang sepele. Tujuan tersebut untuk melindungi masyarakat Indonesia dalam mengakses platform di gital. Lalu, Apakah kemkominfo bisa mengakses data pengguna? Pastinya, pertanyaan ini masih beredar di media social bahkan di lingkungan sekitar. Bahkan, banyak yang menyebutkan data pengguna tidak aman jika website maupun platform di gital mendaftar ke PSE. Samuel Abrijani Pangerapan menegaskan,

"Tidak bisa, data pribadi atau memantaunya itu bukan memantau demikian" ucapnya di konfersi pers pada tanggal 1 Agustus 2022.

"Tidak mungkin, jika itu bisa pasti saya akan melakukan yang semena-menanya" ucapnya lagi. Dengan begitu, bahwa kemkominfo tidak bisa mengakses data pengguna dan hanya bertujuan untuk melindungi data pengguna masyarakat Indonesia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan