Mohon tunggu...
Berita Madrasah
Berita Madrasah Mohon Tunggu... Penikmat Komunikasi dan pemberi manfaat bagi sebanyak banyak manusia

Media Humas dari, oleh keluarga Besar MTs AL ISHLAH, mengabarkan semua keunggulan untuk mewujudkan MAdrasah Hebat Bermatabat

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Menjadi Guru Sebenar-benarnya Guru, Sudahkah Kita?

28 Februari 2019   21:48 Diperbarui: 28 Februari 2019   22:21 0 1 0 Mohon Tunggu...
Menjadi Guru Sebenar-benarnya Guru, Sudahkah Kita?
jadiberita.com

Suatu ketika ada seorang murid bertanya tentang iman, kepada gurunya. "... Guru, iman itu seperti apakah?" sontak sang guru mengambil sebuah ember berisi air penuh, dan meminta sang murid untuk membawanya selama satu menit sambil berjalan tanpa tertumpah airnya.

Setelah itu, sang guru bertanya, "Apa yang yang rasakan saat membawa barang itu nak?...". dan sang murid menjawab dengan lantang bahwa saat membawa ia merasakan rasa takut air akan tumpah, dan karenanya ia harus hati-hati menjaga yang ia bawa, seluruh perhatiannya ada pada se ember air itu.

Dengan senyum, sang Guru menjawab "... Nak, itulah iman. Saat kau melakukan sesuatu dengan sadar dan penuh perhatian dan engkau faham atas apa yang sedang kau lakukan"

Kesadaran akan apa yang dilakukan sangatah penting dalam kehidupan, apapun peran yang saat ini kita lakukan. Jika anda pendidik, mendidiklah dengan penuh kesadaran. Sadar akan pekerjaan mulia yang diserukan oleh para nabi para rasul. Menyeru kebaikan dengan jalan pendidikan, membentuk karakter dan menyempurnakannya menjadi sebaik-baik karakter di benak peserta didik.

Kesadaran bahwa, setiap peserta didik adalah generasi masa depan yang sedang dititipkan untuk bertumbuh terbaik, menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri dan menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sebanyak-banyak manusia dimasanya nanti. Di posisi ini, pendidik menjadi pendidik yang penuh dedikasi, penuh dengan energy karena ia mampu memaknai apa yang sedang ia lakukan.

Saya menyebutnya The Insight of comprehention, dan merupakan pilar pertama yang harus ada dalam sebuah madrasah atau sekolah. Dalam bahasa Indonesia, bisa disebut sebagai Intisari dari sebuah pemahaman. Buah dari pemahaman yang benar ini adalah pribadi yang sepenuhnya sadar atas apa yang ia lakukan. Fikiran, hati, tutur kata dan gerak fisiknya menyatu dengan tujuan pendidikan, membentuk akhlaq terbaik yang dalam bahasa agama disebut sebagai makarimal akhlaq.

Kesatuan yang memunculkan kemurnian niat dalam hati, yang berujung pada berbobotnya aktifitas mendidik yang dilakukan, dan tentu ini memudahkan mewujudnya target yang sudah ditentukan, yakni menyempurnakan akhlaq, sesuai dengan hadits dibawah ini,

"Sungguh aku diutus menjadi Rasul tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak"   (HR. Abu Hurairah)

Membentuk Keshalihan Personal, Bagaimana caranya, sebuah pemahaman yang menghasilkan kesadaran akan pekerjaan yang dilakukan dimadrasah atau sekolah oleh seorang pendidik mampu membentuk keshalihan personal. Cara pandanglah yang menjadi pembeda. Pendidik yang sadar, ketika melihat peserta didik yang melakukan kesalahan, mampu menterjemahkannya sebagai sebuah cara baginya untuk melatih kesabaran dan melatih kemampuannya untuk mendampingi sang murid menyadari kesalahan yang ia lakukan dan memperbaikinya. Akan muncul kalimat ini dari sang guru "... nak, inilah jalanku menuju surganya Allah SWT. Aku berdoa semoga Allah membimbing dan berikan hidayah terbaik untukmu". Pun disaat yang lain misalkan, ia menemui murid yang taat, hanya senyum yang hadir di lisannya, ia akan ucapkan Alhamdulillah, dan bersyukur kepada Allah atas nikmat murid ini.

Cara padang yang jernih, hasil dari kesadaran penuh akan tugas mulia meneruskan tugas para nabi dan rasul untuk menyempurnakan akhlaq. Ini menghasilkan energy besar yang akan terus menguatkan langkahnya. Memandang fenomena apapun yang dihadapi dalam proses mendidik sebagai sebuah jalan menuju tujuan akhir pendidikan. Baginya hanya tersisa satu pertanyaan, "... Bagaimana cara mewujudkan akhlaq mulia dalam diri peserta didik". Kesadaran ini memandunya, menemukan jalan terbaik, sembari disaat yang sama sadar akan kewajibannya sebagai hamba untuk terus bertawakkal kepada Allah SWT.