Mohon tunggu...
Mbak Avy
Mbak Avy Mohon Tunggu... Mom of 3

Kompasianer Surabaya | Alumni Danone Blogger Academy 3 | Jurnalis hariansurabaya.com

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Pecel Tumpang, Membawa Kuliner Kenangan dari Blitar ke Surabaya

15 Mei 2021   12:19 Diperbarui: 15 Mei 2021   19:25 1093 62 24 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pecel Tumpang, Membawa Kuliner Kenangan dari Blitar ke Surabaya
Pecel Tumpang, Membawa Kuliner Kenangan Dari Blitar Ke Surabaya (dokumen pribadi)

Pecel Tumpang, Membawa Kuliner Kenangan Dari Blitar Ke Surabaya 

Tidak bisa mudik (lagi) ketika lebaran tahun ini, ada satu hal yang bikin sedih. Yaitu tidak bisa menikmati makanan khas atau kulineran kampung halaman. Padahal kalau kita mudik, salah satu tujuan mengobati rasa kangen dan memunculkan nostalgia masa kecil di kampung adalah kulinernya. 

Masakan yang diolah langsung dari tangan bunda, cara memasak yang masih tradisional banget dan suasana kampung yang adem asri itulah yang bikin rindu ini membuncah. Tapi memang kondisi tidak bisa dipaksakan. Karena kita yang datang dari kota juga tidak ingin keluarga di kampung merasa tidak nyaman karena virus yang masih menghantui ini.

Hidangan lebaran memang identik dengan opor, rendang, sambal goreng ati, ketupat beserta pelengkapnya. Tapi tidak setiap lebaran saya menyediakan menu itu. Karena hari-hari biasa juga sering bikin terutama opor dan sambal goreng ati yang menjadi masakan favorit keluarga. 

Saya lebih sering bikin nasi kuning beserta pelengkapnya seperti perkedel, serundeng, suwir telur, kering tempe dan kerupuk udang. Dinikmati bersama keluarga besar rasanya sudah cukup melengkapi hari bahagia ini. Karena memang yang penting adalah kebersamaan dan silaturahminya.

Beberapa hari sebelum lebaran, tiba-tiba suami mengatakan kalau lagi kangen sambal tumpang yang biasanya dibuatkan almarhumah ibu. 

Sambal tumpang memang lebih terkenal kalau berasal dari Kediri. Tapi sebenarnya sambal tumpang juga berasal dari Blitar. 

Kebetulan Kediri dan Blitar satu Kabupaten dan daerahnya berdekatan. Tentunya dengan ciri khas yang beda, tapi bumbu dasarnya sama. 

Eh saya yang lahir di Kediri juga tiba-tiba merasa kepingin makanan favorit waktu kecil itu. Karena memang sudah lama (sejak ibu mertua meninggal 5 tahun lalu), sudah jarang menikmati bikinan sendiri. Kebanyakan beli di warung atau penjual pecel dekat perumahan. Tapi memang beda banget dengan buatan sendiri. Padahal kebanyakan bumbunya sama. Mungkin dari cara mengolah dan komposisi bumbunya.

Akhirnya saya menelpon bulik, adik ibu yang tinggal di Blitar untuk minta resep sambal tumpang. Padahal sebenarnya saya juga bisa googling atau nyari di YouTube. Tapi pingin mencoba resep asli keluarga ibu mertua, meskipun garis besarnya resep dan bumbu hampir sama semua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN