Dining Maziyah
Dining Maziyah

Mahasiswa UIN Malang

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Emily Dickinson

8 Mei 2018   03:43 Diperbarui: 8 Mei 2018   03:42 210 0 0

Bismillahirrohmanirrohim... 

"kusembunyikan keindahan yang ingin kusampaikan... "

Penyair lirik perempuan Amerika yang puisinya banyak tetapi hanya tujuh dari sekitar 1800 puisinya yang dipublikasikan pada masa hidupnya. Pada usia 25 tahun Dickinson menarik diri dari kontak sosial dan mencurahkan dirinya untuk menulis diam-diam, memasak, melakukan korespondensi dan berkumpul bersama keluarga.  Hal diduga disebabkan oleh karena Dickinson menderita gangguan kecemasan/agrophobia.  Dia dikenal sebagai "gadis eksentrik bergaun putih"  sebab dia hampir setiap hari mengenakan pakaian berwarna putih dan menyendiri di kamarnya. Semua karyanya muncul dan terkenal setelah dia meninggal.  Sajak-sajak dalam puisinya terdengar begitu kalem.

Hope is the thing with feathers

That perches in the soul, 

And sings  the tune without the words

And never stops at all, 

And sweetest in the gale is heard

And sore must be the storm

That could abash the little bird 

That kept so mana warm. 

I've heard it in the chillest land, 

And on the strangest sea

Yet, never, in extremity

Itu asked A crumb of me. 

Emily Elizabeth Dickinson lahir pada 10 desember 1830 di Amherst, Massachussets, Amerika. Dari keluarga yang terkenal karena pendidikan di Amherst Academy dan Mount Holyoke Female Seminary.  Sekitar tahun 1850-an, Dickinson mulai menulis puisi,  pertama dalam bentuk konvensional.  Tetapi setelah 10 tahun dia mulai bereksperimen. Puisi yang ditulisnya banyak berhubungan  dengan kematian,  iman dan keabadian.  Dari 1858 dia mengumpulkan puisinya dalam satu 'bundel' yang dia jilid sendiri dengan benang dan jarum. Kelak seleksi dari puisi-puisinya terbit setelah dia meninggal. 

Setelah perang sipil Dickinson membatasi kontaknya dengan orang diluar Amherst.  Sejak itu dia juga mulai hanya mengenakan baju berwarna putih dan jarang sekali menerima tamu.  Sebagian besar hidupnya dihabiskan dikamarnya sementara saudara-saudaranya diluar saling bertikai.  Meski Emily Dickinson hidup menyendiri, dari surat-suratnya tampak bahwa dia mengenal baik tulisan-tulisan John  Keats, John Ruskin, dan Sri Thomas Browne.  Kehidupan emosional Dickinson masih tetap misterius,  tetapi beredar dugaan ini mungkin disebabkan soal kekecewaan cintanya terhadap yang mulia Charles Wadsworth dan Samuel Bowles, editor dari Springfield Republican. 

Setelah Dickinson meninggal pada 15 mei 1886.  Saudaranya, Lavinnya menemukan koleksi puisinya yang tersimpan rapi dikamarnya,  dan dia terkejut melihat begitu banyaknya puisi yang telah ditulis Dickinson. Dia ikut menyunting 3 jilid dari 1891 sampai 1896. Jilid pertama menjadi populer,  pada awal dekade abad ke 20. 

Martha Dickinson Bianchi, sepupu Dickinson mempublikasikan lebih banyak lagi puisi sang penyair ini.  Pada 1945, dengan terbitnya Bolts of Melody maka sempurnalah tugas membawa puisi Dickinson ke hadapan publik. Puisi -  puisi Dickinson banyak mempengaruhi puisi modern.  Puisi - puisinya dianggap paling inovatif untuk ukuran abad ke 19 di Amerika, bahkan banyak berpengaruh terhadap para penulis feni nis.  Dickinson juga menjadi salah seorang penyair yang kata-kata ya banyak memberi ketenangan bagi orang-orang yang mempunyai masalah mental. 


~EMILY ELIZABETH DICKINSON~