Hijau

Antara Surya dan Energi, Hubungan Apa yang Mereka Jalani?

6 Oktober 2017   15:34 Diperbarui: 6 Oktober 2017   16:22 588 0 1

Kehidupan yang kita jalani pada zaman ini masih banyak bergantung pada sumber daya energi yang tidak terbaharukan. Kita masih banyak menggunakan bahan bakar seperti bensin, gas, batu bara, dan banyak sumber daya yang tidak terbaharui lainnya. Perlu diketahui bahwa sekarang ini sumber daya alam untuk energi jumlahnya semakin menipis, maka dari itu kita perlu meningkatkan efisiensi bahan bakar yang kita gunakan dan mencari sumber energi yang baru, tidak berpolusi, aman,  dan yang dapat diperbarukan.

Sebenarnya banyak sekali sumber energi terbaharukan disekitar kita.contohnya seperti air, surya, angin, gelombang dan perbedaan suhu air laut. Energi-energi ini harus dapat kita olah dengan sebaik mungkin sehinga dapat menjadi energi yang dapat digunakan untuk kehidupan yang selanjutnya dan menjadi energi yang dapat menggantikan energi-energi yang sekarang kebanyakan masih menggunakan energi yang berasal dari fosil-fosil makhluk hidup. Sekarang ini tenaga surya sudah dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi.

Cahaya matahari? Ya, cahaya matahari dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Energi apa yang didapat dari cahaya matahari? Kita dapat mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Bagaimana cara mengkonversi cahaya matahari menjadi energi listrik? Sekarang ini sudah terdapat alat bernama sel surya atau solar cell yang merupakan alat untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik.

Solar cell ini biasanya diletakkan pada atap-atap rumah atau gedung-gedung. Solar cell ini sangat membantu efisiensi energi. Selain efisiensi energi, solar cell juga dapat mengurangi biaya untuk penggunaan energi, dan juga dapat mengurangi jumlah polusi. Memang awalnya dibutuhkan dana yang lebih untuk dapat menggunakan solar cell, tetapi solar cell ini merupakan investasi yang baik untuk kedepannya.  

Solar sel terdiri dari beberapa jumlah sel silikon atau biasa disebut sollar cells PV, yaitu bagian yang disinari matahari yang kemudian akan menghasilkan photon yang berguna untuk membangkitkan arus listrik. Solar sel dapat mengubah energi cahaya matahri menjadi energi listrik dengan menerapkan prinsip efek photovoltaic.

efek photovoltaic adalah suatu fenomena munculnya tegangan listrik yang ditimbulkan karena adanya hubungan atau ontak antara dua elektroda yang dihubungkan dengan sistem padatan atau cairan saat mendapatkan energi cahaya. Timbulnya arus listrik disebabkan oleh energi-energi foton yang diterima dari sinar matahari yang kemudian melepaskan elektron-elektron didalam sambungan semikonduktor tipe N dan tipe P. Foton sendiri adalah partikel yang sangat kecil yang menyusun sinar matahari.

Sekarang ini sel surya sudah dapat digunakan dalam gedung perkantoran, rumah-rumah, dan instalasi pemeritah guna menghemat penggunaan energi. Seperti halnya baterai, sel surya dapat disusun secara seri maupun parallel. Umumnya sel surya dapat menghasilkan tegangan sebesar 0,45~0,5V dan arus listrik sebesar 0,1A. Sel surya yang dirangkai secara seri dapat meningkatkan tegangan (voltage) dan sel surya yang disusun secara paralel dapat meningkatkan arus (current).

Berdasarkan hasil penelitian para ahli, panel surya yang berkekuatan 1MW mega solar system, bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik 330 rumah. Di Kasai Green Energy Park yang berlokasi di osaka, Jepang terdapat gedung yang dilengkapi dengan 5.200 panel surya yang dipasang pada bagian atap dan dinding gedung tersebut. Tak hanya itu saja gedung ini juga dilengkapi dengan baterai lithium-ion yang memiliki kapasitas 1,5MWh yang merupakan kapasitas terbesar yang tercatat didunia. Baterai ini berguna untuk menyimpan energi yang dihasilkan dari panel-panel surya yang ada. Ini adalah contoh yang sangat baik yang bisa kita tiru untuk usaha penghematan energi dan pengurangan polusi yang dihasilkan, kita bisa memberi sel surya pada atap rumah kita. Jadi cahaya matahari dan energi merupakan sesuatu yang berhubungan erat.