Mohon tunggu...
KKN UIN WALISONGO DELAPANTIGA
KKN UIN WALISONGO DELAPANTIGA Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN WALISONGO SEMARANG / LPM Frekuensi

Mahasiswa yang suka bergelut dengan bidang jurnalistik

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Bijak Menggunakan Sampah Guna Wujudkan Lingkungan yang Berkelanjutan

20 November 2021   15:54 Diperbarui: 20 November 2021   15:57 101 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Sampah merupakan barang-barang sisa pakai yang biasanya dipandang tidak memiliki nilai guna. Sebagai barang sisa, sampah dibiarkan menumpuk tanpa diperhatikan kemanfaatan ataupun kegunaan.

Sampah memerlukan perhatian khusus terutama sampah-sampah yang sulit terurai, seperti sampah plastik. Sampah plastik merupakan sampah dengan intensitas penggunaan sangat tinggi dibandingkan dengan sampah dari bahan lain. 

Begitu banyak sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia dalam kegiatan sehari-hari. Baik yang berasal dari sampah dapur, limbah rumah tangga, atau bahkan limbah pabrik. Pada umumnya sampah dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

a. Sampah organik meliputi, sampah dapur, tumbuhan yang mati, dll.

b. Sampah anorganik meliputi, sampah logam, besi, plastik, karet, botol, dll.

c. Sampah berbahaya meliputi, baterai, jarum suntik bekas, limbah bahan kimia, dll.

Berdasar pada uraian jenis-jenis sampah diatas, untuk bisa menciptakan lingkungan berkelanjutan maka perlu melakukan hal-hal yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Bukan hanya memberikan solusi yang hanya bersifat sesaat, seperti mengambil jalan pintas dengan membakar sampah. 

Kegiatan membakar sampah memang dapat dikatakan sebagai langkah untuk mengurangi sampah, namun perlu diperhatikan bahwa asap-asap yang dihasilkan oleh pembakaran dapat menimbulkan permasalahan baru seperti, polusi udara yang dapat memperparah emisi gas rumah kaca.

Langkah kecil yang dapat dilakukan yaitu, dengan memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Melakukan pengelolaan sampah yang baik dan benar dapat dimungkinkan untuk memanfaatkan sampah-sampah tersebut menjadi barang bernilai dan dapat digunakan kembali. Sebagai contoh mengelola sampah plastik menjadi ecobrick, mengelola sampah organik menjadi pupuk, dan lain-lain.

Selain dengan mengelola sampah dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, tidak melakukan kerusakan alam dengan menebang pohon secara liar, menangkap ikan dengan racun, dan lain sebagainya.  Adanya lingkungan berkelanjutan dapat memberikan sumbangsih terhadap alam agar dapat seimbang dan dapat terus berproduksi untuk menghidupi keanekaragaman hayati yang ada.

Redaksi : Winda Alfiyyana (Mahasiswa KKN RDR 77 UIN Walisongo Semarang)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan