Mohon tunggu...
Mayang Saftiani
Mayang Saftiani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Karena Pandemi, Olahraga Menjadi Keharusan

6 Juli 2021   17:21 Diperbarui: 6 Juli 2021   17:23 193
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jika dulu, kita melihat bahwa olahraga adalah sebuah ajang kompetensi bergengsi di setiap sekolah pada setiap tahun. Entah perlombaan basket, sepak bola, bulu tangkis dll.  Atau, kita melihat bahwa olahraga adalah mereka yang memiliki hobi keluar rumah sehabis shubuh atau lari sore keliling lapangan beberapa putaran. Atau mereka yang memiliki ambisi menurunkan berat badan dengan embel-embel diet sehat. Maka, sampailah olahraga menjadi sebuah kebutuhan di zaman ini. Era pandemi Covid-19.

Olahraga menjadi naik daun pada era pandemi Covid-19. Banyak yang menyarankan olahraga menjadi sebuah syarat untuk mendapatkan perlindungan diri dari penularan virus Covid-19. Sehingga olahraga kembali dihadiri banyak tamu. Setiap orang mulai mencari olahraga apa saja yang ringan dilakukan. 

Melihat angka peningkatan Covid-19 di media membuat seseorang harus mau tidak mau harus bisa melindungi diri dengan menjaga kesehatan agar tetap stabil, serta tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Pemerintah juga ikut menyarankan masyarakat agar tetap melakukan olahraga rutin dengan menterbitkan sebuah pedoman perubahan perilaku penanganan Covid-19. 

Sedangkan WHO mengatakan bahwa adanya pandemi, aktivitas gerak mengalami penurunan karena banyak menghabiskan berdiam diri di rumah. Terlebih semua aktivitas banyak dikerjakan secara WFH maka intensitas gerak seseorang menjadi menurun.

Dikutip dari International Journal of Cardiovascular Science, olahraga atau aktivitas fisik, terutama pada intensitas dan durasi sedang, dapat mendukung respon imun dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Sedangkan, olahraga dengan intensitas tinggi dan berkepanjangan tidak disarankan untuk dilakukan karena dapat menyebabkan imunosupresi atau menurunkan imunitas tubuh.

Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga atau aktivitas fisik dapat mencegah terjadinya gangguan mental yang dialami oleh sebagian orang karena adanya penerapan karantina dan isolasi, maupun jaga jarak (physical dystancing) akibat pandemi Covid-19. Gangguan mental tersebut misalnya depresi, kecemasan, sindrom kelelahan dan stress.

Jauh sebelum ada pandemi, olahraga hanya diminati oleh orang-orang tertentu. Olahraga hanya diminati pada orang-orang yang memang memiliki hobi beriringan perihal olahraga. Seperti bermain sepak bola, renang, maraton, bulu tangkis, basket, senam dlll.

Sehingga pandemi menjadi momentum orang-orang tergerak untuk memulai pola hidup sehat dengan melakukan olahraga. Selain dari itu banyak pencarian di internet mengenai tips dan trik olahraga di rumah (home Workout). 

Karena adanya pembatasan jarak dan aktvitas di luar rumah, maka olahraga yang dianjurkan yaitu secara mandiri dari rumah tanpa harus pergi ke tempat gym atau berkumpul dengan teman-teman yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun