Mohon tunggu...
Maximus Malaof
Maximus Malaof Mohon Tunggu... Terus Bertumbuh dan Berbuah Bagi Banyak Orang

Tuhan Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatunya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Moeldoko Cetak Gol Tak Cantik (KLB), AHY Dapat Sorakan

9 Maret 2021   00:11 Diperbarui: 9 Maret 2021   00:16 364 27 1 Mohon Tunggu...

Tujuh orang kader Partai Demokrat yang disebut-sebut terlibat dalam isu kudeta atas kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum, dengan berbagai dalil dan cara telah mengumpulkan kurang kebih 1.200 orang kader lain di hotel The Hill Sibolangit, Medan Sumatera Utara dan melangsungkan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di sana. 

Hasil akhir dari kongres yang bagi banyak pihak berstatus ilegal karena melanggar konstitusi partai dan mencoreng wajah demokrasi itu, telah menetapkan Jenderal Purn Moeldoko sebagai Ketua Umum yang baru, walapun yang bersangkutan tidak hadir secara langsung pada ajang pemilihan itu.

Selain itu, kongres yang dimotori oleh Max Sopacua, Hengky Luntungan, Jhoni Allen Marbun, dan beberapa kader partai lainnya itu juga, menetapkan Marzuki Ali sebagai Dewan Pembina Partai dan Jhoni Allen Marbun sebagai Sekretaris Jenderal. 

Pada salah satu sisi, KLB yang telah digagas oleh mereka-mereka yang entah benar atau tidak menghendaki adanya perubahan kepemimpinan dalam tubuh partai telah terwujud, kemauan untuk menggantikan AHY yang dipandang tidak memiliki kemampuan untuk memimpin telah terjawab dalam diri seorang Moeldoko, dan Moeldoko sendiri telah memenangkan manuver merebut kursi Ketua Umum partai dari AHY. 

Akan tetapi, pada sisi lain, yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana dengan tanggapan dan dukungan dari masyarakat luas atas kemenangan seorang Moeldoko dengan cara yang dipandang tak terpuji, ilegal, penuh trik, paksaan, dan tidak konstitusional itu?

Diketahui bersama bahwa setelah KLB berlangsung dan Jenderal Purn Moeldoko yang sebelumnya berlaku seolah-olah tak tahu masalah dalam tubuh Partai Demokrat, terpilih menjadi Ketua Umum Partai.

Banyak pihak seperti,  tokoh politik dan aktifis yang menentang dan mengutuk hasil KLB tersebut, termasuk AHY dan SBY sendiri. Pemerintah terus diserang dan didesak untuk mengambil sikap atas hasil KLB itu sebagai bukti bahwa demokrasi di tanah air ini masih berjalan pada jalur yang benar. 

Apalagi, Moeldoko berada dalam lingkaran istana, sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Malah, ada yang menuduh bahwa pihak istana turut ambil bagian dalam kekisruhan ini  karena memiliki kepentingan dibaliknya. 

Sebelum KLB berlangsungpun, di Medan telah terjadi keributan. Sampai pada saat ini, malah ada pihak-pihak tertentu yang mengajak semua partai yang ada, baik partai pendukung pemerintah maupun partai oposisi, menyatakan sikap atas cara seorang Moedoko dalam merebut kursi Ketum Demokrat. 

Bagaimana dengan masyarakat umum? Bercermin dari beberapa peristiwa yang terjadi di negeri ini, terutama yang terkait dengan masalah politik tanah air, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa nampak terdapat sekelompok masyarakat yang mudah untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada pihak-pihak tertentu yang rasanya terzolimi. 

Entah itu benar atau tidak, kelompok tersebut memiliki pemahaman dan takaran tersendiri soal kata "terzolimi". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN