Mohon tunggu...
Maximus Malaof
Maximus Malaof Mohon Tunggu... Terus Bertumbuh dan Berbuah Bagi Banyak Orang

Tuhan Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatunya

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Upah Kerja Per Jam: "Sangat Adil"

16 Oktober 2020   02:50 Diperbarui: 16 Oktober 2020   03:02 115 25 2 Mohon Tunggu...

Makna Keadilan

Supaya tidak terjadi kekeliruan pun salah pengertian soal makna atau arti dari kata adil atau keadilan dalam tulisan ini, diharapkan supaya pikiran atau pandangan kita tidak merta diarahkan pada pola pikir: sama rata, sama rasa, 50-50, atau semua harus mendapatkan porsi yang sama. Pembicaraan soal adil atau keadilan di sini, terhubung erat dengan soal siapa yang paling membutuhkan atau siapa yang layak dan pantas untuk mendapatkan sesuatu.

Perhatikan ilustrasi ini. Tidaklah adil, kalau ketika terjadi bencana pada suatu tempat dan semua masyarakat yang tertimpa musibah itu berteriak dan meminta untuk mendapatkan bantuan sembako dalam takaran dan jumlah yang sama. Padahal, dari antara mereka yang menjerit dan bermohon itu, terdapat pribadi-pribadi yang masih berkecukupan untuk membiayai diri sendiri. Maka, dalam situasi demikian, mereka yang sebenarnya masih berkecukupun, seharusnya sadar dengan sungguh dan rela hati secara mendalam guna mengutamakan saudara-saudari lain yang memang sangat membutuhkan bantuan itu. Bukan memanfaatkan kesempatan yang sempit itu untuk menuntut dan menumpuk bagi diri sendiri dengan alasan senasip, serasa, sewarga, atau se yang lainnya. Ini sikap tak adil.

Adil Dalam Kaitannya Dengan Hitungan Upah Kerja Per Jam

Bukanlah menjadi suatu rahasia lagi bahwa dalam dunia kerja, di sana ada dua kebutuhan yang sangat terkait satu sama lain dan tak dapat dipisahkan. Salah satu dari antaranya, ketika terabaikan kebutuhannya, maka yang lain juga akan turut merasakan akibatnya. Dua kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan pihak perusahaan atau tempat di mana seseorang bekerja dan kebutuhan pribadi pekerja pada perusahaan itu sendiri. Dari relung hati terdalam, kedua-duanya pastilah menghendaki dan mengharapkan yang terbaik agar tetap ada, bertahan, dan  hidup dalam keadaan apapun.

Maka, untuk memenuhi atau mencapai kebutuhan masing-masing pihak itu, dari pihak perusahaan pastilah akan meminta dan menuntut agar karyawan-karyawan yang bekerja di sana, memiliki etos, kedisiplinan, dan produktifitas yang mumpuni. Perusahaan hanya akan mencari, menempatkan, dan mempekerjakan pekerja-pekerja yang memenuhi ketiga kriteria atau syarat yang sudah ditetapkan tadi.

Hal yang sama juga berlaku pada pihak karyawan atau pribadi pekerja dalam perusahaan itu. Dari hati yang terdalam, ada keinginan dan tuntutan untuk mendapatkan upah yang layak, cukup, dan memadai. Terdapat seabrek kepentingan hidup yang harus dipenuhi. Oleh karenanya, seorang pekerja pastilah hanya akan mencari perusahaan atau tempat kerja yang dapat memenuhi setumpuk kebutuhannya itu. 

Keadilan hanya akan terwujud di antara kedua pihak kalau dari pihak pekerja berusaha untuk mengisi jam kerja yang tersedia dan terbatas itu dengan seefisien mungkin dengan menujukkan etos, kedisiplinan, dan produktifitas yang baik. Waktu yang tersedia rasanya amat berharga, berarti dan bernilai. Dikala ada godaan untuk tidak masuk bekerja, ada rasa kehilangan yang begitu besar dari dalam hidupnya yakni upah.

Pihak perusahaan yang sudah melihat, merasakan, dan menikmati hasil pekerjaan seorang karyawan yang demikian, pastilah terketuk untuk memberikan upah yang layak, malahan tak jarang ada yang memberi lebih dari yang diharapkan. Impas bukan? Di sinilah keadilan terasa indah dan menyenangkan karena masing-masing pihak, berusaha untuk memberi yang terbaik karena ada kebutuhan yang sama-sama penting untuk dipenuhi. Bukan hanya menuntut salah satu pihak untuk berlaku adil tetapi sewenang-wenang pada pihak yang lain.

Belajar Dari Perguruan Swasta Katolik

Tidak ada maksud atau tujuan untuk promosi, pamer, atau menyebut pihak yang satu ini sebagai yang terbaik dari yang lain. Ini hanya sebuah contoh kecil karena kesan pribadi. Saya terkesan dengan perguruan-perguruan yang bernaung di bawah yayasan-yayasan Katolik yang jauh sebelumnya telah mempraktekkan sistim hitung upah kerja per jam di dalamnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x