Mawan Sidarta
Mawan Sidarta wiraswasta, S1-Agronomi UNEJ

Bukan reporter sembarang reporter tapi reporter Kompasianadotcom. Traveler berwarna. Sudah menikah punya satu anak. Sekarang usaha kecil-kecilan di rumah. Bravo Kompasiana https://www.instagram.com/mawansidarta https://www.facebook.com/mawan.sidarta https://twitter.com/MawanSidarta1

Selanjutnya

Tutup

Jalan Jalan Artikel Utama

Berburu Pesugihan di Gunung Surowiti, Mau?

21 Agustus 2013   21:56 Diperbarui: 24 Juni 2015   09:00 15129 15 20
Berburu Pesugihan di Gunung Surowiti, Mau?
13771174241816838493

[caption id="attachment_282537" align="aligncenter" width="544" caption="Lukisan Sunan Kalijaga di petilasannya tempat beliau bertapa ngluwing (mengubur badan dalam tanah)"][/caption]

Petilasan Sunan Kalijaga berada di Desa Surowiti, Panceng-Gresik. Dari pertigaan jalan raya masih sekitar 4 kilometer lagi. Memasuki kawasan Desa Surowiti traveler akan menjumpai lahan-lahan kosong yang dipenuhi hutan jati, sebagian lagi merupakan persawahan milik warga desa.

Lokasi situs Sunan Kalijaga bisa dijangkau dengan angkutan umum dari terminal Kota Gresik (Terminal Bunder). Traveler bisa naik angkutan antar kota jurusan Kota Lamongan. Berhenti di Desa Surowiti. Kenet bus akan membantu Anda menunjukkan lokasi wisata di Desa Surowiti ini. Banyak ojek motor siap mengantar Anda sampai di lokasi situs.

[caption id="attachment_282485" align="aligncenter" width="400" caption="Gua Jodoh berada tidak jauh dari Gua Langsih"]

1377095149846687272
1377095149846687272
[/caption]

Untuk memudahkan wisatawan sampai ke lokasi situs, di sudut pertigaan terpasang papan penanda bahwa wisatawan telah memasuki lokasi wisata petilasan Sunan Kalijaga. Situs Sunan Kalijaga berada di atas bukit.

Sebelum sampai ke tempat ini tersedia lahan parkir yang cukup luas. Masih perlu kira-kira 400 meter lagi untuk bisa sampai ke lokasi situs. Dan itu harus ditempuh dengan berjalan kaki melalui ratusan anak tangga melingkar menuju ke atas Bukit Surowiti.

[caption id="attachment_282486" align="aligncenter" width="400" caption="Pepohonan rindang berada di kawasan Gua Langsih dan Gua Jodoh"]

1377095310854086814
1377095310854086814
[/caption]

Pada tikungan bukit yang tajam dilengkapi dengan pegangan dari pipa air yang kokoh sehingga sangat membantu anak-anak atau orang tua yang ingin menyaksikan situs dari dekat.

Ternyata jauh di atas bukit mendekati lokasi situs traveler akan menemukan pemukiman warga. Siapa sangka di tempat yang terpencil seperti itu masih ada saja masyarakat yang bisa bertahan hidup di sana seperti layaknya masyarakat perkotaan. Ada ratusan rumah warga di Bukit Surowiti.

[caption id="attachment_282487" align="aligncenter" width="400" caption="Makam Mpu Supo ahli keris di masa Majapahit"]

1377095525962209903
1377095525962209903
[/caption]

Kualitas bangunannya juga terbilang lumayan, sarana ibadah seperti masjid dan sekolahan juga sudah berdiri di kawasan itu. Pipa-pipa paralon air tersusun rapi dari tandon besar atau sumur yang siap memasok air ke rumah-rumah warga. Jalanan desa juga sudah terpaving rapi.

[caption id="attachment_282495" align="aligncenter" width="400" caption="Makam Raden Bagus Mataram"]

13770965842032337257
13770965842032337257
[/caption]

Ada cukup banyak situs warisan Sunan Kalijaga di Bukit Surowiti, diantaranya yang paling populer adalah Gua Langsih tempat pertapaan Sunan Kalijaga. Selain itu ada pusara Mpu Supo yang dikenal ahli membuat keris dan sakti mandraguna. Juga makam Raden Bagus Mataram yang dulunya dikenal dermawan.

[caption id="attachment_282488" align="aligncenter" width="300" caption="Batu nisan Mpu Supo"]

13770957151251830828
13770957151251830828
[/caption]

Bila kunjungan dilakukan pada pagi-pagi benar mungkin traveler akan bisa menikmati situs-situs itu secara lengkap. Yang meliputi gua jodoh, gua macan, rumah Lokajaya (nama muda Sunan Kalijaga), pring silir (bambu sebagai perwujudan tongkat Sunan Bonang), kali buntung (sungai tempat bertapa Sunan Kalijaga), bedug tiban.

[caption id="attachment_282496" align="aligncenter" width="400" caption="Batu nisan Raden Bagus Mataram"]

137709671252775821
137709671252775821
[/caption]

Kompleks situs warisan Sunan Kalijaga ini berada di perbukitan yang ditumbuhi banyak pepohonan besar dan rindang. Memasuki objek wisata ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Hanya infak seihlasnya kepada perempuan tua penjaga situs.

[caption id="attachment_282489" align="aligncenter" width="400" caption="Ki Hartono pemangku adat Desa Surowiti di kediaman"]

1377095859197426713
1377095859197426713
[/caption]

Seorang pemangku adat bernama Ki Hartono yang kami ajak berbincang-bincang siang itu seusia mengunjungi situs mengatakan bahwa sebagian masyarakat masih mempercayai hal-hal yang berbau mistis dan gaib di kompleks petilasan Mbah Sunan Kalijaga.

" Pernah suatu ketika, Pak Lik saya sendiri sebagai juru pelihara situs saat itu memerintahkan kepada warga untuk memperluas masjid tiban, tanpa sakit keesokan harinya Pak Lik langsung meninggal. Kekuatan gaib masjid tiban itu besar sekali Dik. Dan tidak bisa diganggu" ungkap Ki Hartono kepada saya meyakinkan kejadian yang dialaminya kala itu.

[caption id="attachment_282490" align="aligncenter" width="400" caption="Tempat tinggal Lokajaya nama muda Sunan Kalijaga, di sini konon sang sunan melakukan ritual topo ngluwing"]

13770961131750368625
13770961131750368625
[/caption]

Lebih lanjut Ki Hartono mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat yang "nglakoni" tapa brata atau semedi itu melakukannya sesuai keinginannya. Sebagai contohnya bila seseorang ingin dilancarkan bisnisnya maka ia melakukan ritual di makam Raden Bagus Mataram. Atau bila ingin memiliki ilmu kebal maka tapa bratanya dilakukan di makam Mpu Supo.

[caption id="attachment_282492" align="aligncenter" width="400" caption="Bedug Tiban, konon dulunya bedug yang dibuat Sunan Kalijaga untuk Masjid Demak tetapi lurang cocok dengan Masjid Demak yang cukup besar itu"]

13770963432110005470
13770963432110005470
[/caption]

"Kedua santri Sunan Kalijaga itu semasa hidupnya dikaruniai keistimewaan sendiri-sendiri oleh Yang Maha Kuasa" lanjut Ki Hartono.

Mereka yang kesulitan mendapatkan jodoh konon bisa nglakoni ritual di Gua Jodoh agar dimudahkan mendapatkan pasangan yang diidamkan. Atau bermunajad di dalam Gua Langsih karena di dalam gua itu ada batu (watu) kijang yang diyakini akan memudahkan mencapai cita-cita yang didambakan bila ritual dengan memeluk batu itu.

[caption id="attachment_282497" align="aligncenter" width="400" caption="Ratusan anak tangga menuju petilasan Sunan Kalijaga di Bukit Surowiti"]

13770968791157589551
13770968791157589551
[/caption]

Terlepas dari benar tidaknya cerita Ki Hartono sang pemangku adat Desa Surowiti itu, maka hanya kepada Tuhanlah kita seharusnya menyandarkan diri dan kehidupan kita. Ternyata di jaman mutakir seperti sekarang ini masih ada saja manusia yang percaya kepada hal-hal yang berbau klenik dan mistis itu.