Mawan Sidarta
Mawan Sidarta wiraswasta, S1-Agronomi UNEJ

Bukan reporter sembarang reporter tapi reporter Kompasianadotcom. Traveler berwarna. Sudah menikah punya satu anak. Sekarang usaha kecil-kecilan di rumah. Bravo Kompasiana https://www.instagram.com/mawansidarta https://www.facebook.com/mawan.sidarta https://twitter.com/MawanSidarta1

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Kini Membuat Paspor jadi Mudah dengan Tampilan Lebih Menarik

3 Oktober 2018   10:15 Diperbarui: 4 Oktober 2018   02:58 419 3 1
Kini Membuat Paspor jadi Mudah dengan Tampilan Lebih Menarik
Tampilan halaman paspor dengan gambar khasanah budaya Indonesia (dok.pri)

Sebenarnya masa berlaku paspor saya itu sampai Januari 2019, masih ada kesempatan beberapa bulan untuk mengurusnya. Informasi yang saya dengar, 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir (habis), pemohon sudah bisa mendatangi kantor imigrasi untuk memperpanjangnya.

Saya tak ingin hal-hal kecil seperti masa berlaku paspor itu akan menjadi masalah di kemudian hari sebab itulah pada tanggal 18 September 2018 saya niatkan untuk mendatangi kantor imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya yang ada di kawasan Darmo Indah, Tandes - Surabaya.

Suasana dalam ruang biometrik (dok.pri)
Suasana dalam ruang biometrik (dok.pri)
Jauh-jauh hari saya juga telah mendengar bahwa pengurusan paspor sekarang ini bisa dilakukan secara on line. Meski demikian saya tetap memilih untuk datang langsung menanyakan informasi yang sebenarnya. 

Ternyata benar, belum sempat bertanya banyak hal, salah seorang petugas kantor imigrasi mencegat saya di pintu masuk dan mengatakan kalau permohonan paspor baru sudah tidak dilayani secara manual melainkan harus terlebih dulu mendaftar secara online.

Suasana dalam kantor imigrasi (dok.pri)
Suasana dalam kantor imigrasi (dok.pri)
Pendaftaran bisa dilakukan lewat situs (web) resmi kantor imigrasi atau melalui aplikasi "paspor online" yang terlebih dulu didown load lewat toko aplikasi yang disediakan oleh pihak Google (Google Play Store).

Petugas tadi menyarankan agar saya mendown load aplikasi paspor online saja. Setelah aplikasi tersedia dan sayapun mulai mendaftar. 

Menunggu antri mengikuti proses selanjutnya (dok.pri)
Menunggu antri mengikuti proses selanjutnya (dok.pri)
Akhirnya sistem "antrian online" di kantor imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya menetapkan kalau saya harus datang lagi keesokan harinya (19 September 2018) pada pukul 09.00 - 10.00 pagi. Tidak bisa seketika itu juga mengingat kuota pemohonnya sudah habis (50 orang). Selain jam daftar, saya juga mendapatkan barcode sebagai bukti kalau sudah mendaftar secara online. 

Petugas kantor imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya menyarankan agar jadwal jam datang dan barcode discreenshoot di smartphone saya lalu ditunjukkan kepada petugas.

Gambar toko pewayangan (dok.pri)
Gambar toko pewayangan (dok.pri)
Petugas kantor imigrasi wanti-wanti agar saya sudah sampai setengah atau satu jam sebelum jam pendaftaran yang sudah ditetapkan oleh sistem. Datang terlambat, diatas jam 10.00 pagi maka dinyatakan hangus. 

Di dalam sudah menunggu seorang petugas dan sekuriti yang memeriksa kelengkapan dokumen pemohon paspor yang berupa E-KTP, KK, Akte Kelahiran dan paspor lama bagi pemohon yang ingin memperpanjang paspornya.

Fotocopy dokumen harus menggunakan kertas berukuran A4 dan bisa dilakukan di toko atau koperasi yang ada di dalam kantor imigrasi. Untuk biaya fotocopy semua dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan permohonan paspor dan 1 lembar meterai 6000 dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000,-.

Barcode didekatkan pada alat khusus, seperti kalau kita sedang berbelanja di mal hingga keluar selembar kertas kecil yang berisi nomer antrian. 

Pemohon paspor diminta mengisi formulir isian yang sudah disediakan dengan bolpoin bertinta hitam dan mengisi surat pernyataan dengan membubuhkan tanda tangan di atas meterai 6000. 

Setelah semua dokumen dinyatakan lengkap oleh petugas barulah pemohon memasuki ruang biometrik, dan akan dipanggil sesuai nomer antrian yang dikeluarkan oleh sistem barcode sebelumnya.

Di dalam ruang biometrik selanjutnya dilakukan dua proses, pertama pemohon dipanggil untuk diwawancarai sekedarnya oleh petugas sekaligus dilakukan verifikasi kelengkapan dokumen. Setelah dinyatakan lengkap, pemohon paspor diminta kembali duduk sambil menunggu untuk dipanggil kembali oleh petugas lainnya tapi masih dalam ruang yang sama (ruang biometrik).

Petugas lain tadi kemudian memanggil pemohon paspor untuk kemudian discan (mungkin direkam / finger print) ibu jari tangan kanannya, selanjutnya difoto mukanya. Petugas kemudian mengeluarkan selembar kertas sebagai tanda bukti pengambilan paspor yang terlebih dulu melunasi biaya pembuatan paspor senilai Rp. 355.000,-. 

Biaya sebesar itu untuk pembuatan paspor sebanyak 48 halaman. Rincian biaya, Rp. 300.000,- untuk biaya paspor dan Rp. 55.000,- untuk jasa TI biometrik.

Pembayaran bisa dilakukan di outlet mobil pos yang standby di halaman depan kantor imigrasi. Pembayaran paling lambat 7 hari kerja. Pengambilan buku paspor 4 hari kerja setelah melunasi pembayaran. Bila lebih dari 30 hari paspor tidak diambil oleh pemohon maka permohonan paspor dinyatakan batal.

Gambar-gambar cantik dalam buku paspor

Biaya pembuatan paspor baru dengan perpanjangan sepertinya sama yaitu Rp. 355.000,-. Paspor baru tampilannya terlihat lebih menarik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2