Mohon tunggu...
Mawan Sidarta
Mawan Sidarta Mohon Tunggu... Abah (Bah Mrono, Bah Mrene 😁💪👊)

Usaha kecil-kecilan di rumah. 😀😀** E-mail : mawansidarta@yahoo.co.id atau mawansidarta01@gmail.com https://m.detik.com/travel/detiktravel-inside /d-2463089/sambutlah-ini-dia-petualang-terbaik-tahun-2013 😀😀** https://www.kompasiana.com/kompasiana/556c4b3141afbdfd038b456f/blog-competition-ceritamu-bersama-secangkir-kopi 😀😀** https://www.federaloil.co.id/amp-detail/umum/3371-laporan-blogger-peserta-federal-oil-goes-to-sepang-apa-enaknya-nonton-motogp-2# 😀😀** https://www.youtube.com/channel/UCW6t_nUm2OIfGuP8dfGDIAg 😀😀** https://www.instagram.com/mawansidarta https://www.facebook.com/mawan.sidarta https://twitter.com/MawanSidarta1

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Apapun Nama Gunungnya, Tolak Angin Wajib Dibawa Saat Mendaki

14 Agustus 2018   23:40 Diperbarui: 16 Agustus 2018   05:38 836 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apapun Nama Gunungnya, Tolak Angin Wajib Dibawa Saat Mendaki
Hawa dingin bisa diatasi dengan Tolak Angin Herbal (dok.pri)

Mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas (traveling) yang umumnya disukai oleh kaum muda. Meski demikian bukan berarti kaum tua tidak menyukai dunia pendakian itu. Saya termasuk salah satu penikmat aktivitas pendakian meski usia saya sudah tidak muda lagi.

Saya termasuk pendaki amatir (amateur climber). Beberapa gunung di Jawa Timur seperti Semeru (Ranu Kumbolo), Kawah Ijen (Banyuwangi -- Bondowoso ), Bromo, Seribu tangga Pangklungan (Wonosalam -- Jombang), lereng Gunung Penanggungan (kawasan Jalatunda / Trawas Mojokerto dan kawasan Sumber Tetek / Gempol -- Pasuruan) dan Gunung Surowiti (Panceng -- Gresik) sudah pernah saya jelajahi. Meski belum mahir betul namun pengalaman pendakian tadi akan menjadi pelajaran berharga untuk pendakian selanjutnya.

Tetap nyaman mendaki dengan Tolak Angin Herbal (dok.pri)
Tetap nyaman mendaki dengan Tolak Angin Herbal (dok.pri)
Mendaki gunung memang asyik dan menyenangkan sekaligus melelahkan. Perlu persiapan yang matang, baik dari segi mental maupun fisik (stamina) sebelum mendaki gunung. 

Kondisi (stamina) tubuh yang prima dengan ditunjang oleh suasana hati yang happy yang terbebas dari masalah-masalah yang mendera menjadi modal dasar seorang pendaki agar bisa mendaki dengan selamat dan sukses sampai di titik (sasaran) yang dituju.

Mendaki gunung bisa dilakukan sendiri (solo climber) atau berkelompok. Semua cara itu sama-sama asyiknya. Toh ketika sampai di pos yang dituju (puncak) akan bertemu dengan para pendaki lainnya.

Mendaki gunung tetap memerlukan bekal bahan makanan (logistik) yang cukup. Makanan sehat dan minuman yang cukup akan menjadi sumber energi untuk melakukan pendakian. 

Meski demikian perlu perhitungan matang agar logistik yang dibawa tidak terlalu memberatkan langkah pendakian. Bila diperlukan, seorang pendaki bisa menggunakan jasa tukang angkut barang (porter gunung).

Jangan lupa membawa Tolak Angin

Selain bekal berupa makanan dan minuman yang cukup biasanya di dalam ransel seorang pendaki tak ketinggalan pula obat (krim) gosok dan jamu (obat) Tolak Angin.

Meski menyenangkan namun mendaki gunung juga penuh resiko terutama bagi para pendaki yang teledor dengan keselamatan mereka. 

Tolak Angin Herbal memulihkan stamina yang kendor setelah mendaki (dok.pri)
Tolak Angin Herbal memulihkan stamina yang kendor setelah mendaki (dok.pri)
Berjalan kaki menyusuri gunung memerlukan kondisi jantung yang sehat, keadaan tulang (persendian) yang kokoh dan sehat serta daya tahan tubuh yang prima, yang tak mudah sakit akibat suhu udara gunung yang cukup ekstrim.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x