Mohon tunggu...
Firaa
Firaa Mohon Tunggu... Temanmu Bercerita

Merangkum Makna - Memeluk Bahagia

Selanjutnya

Tutup

Love

Rumahmu di Kenangan

14 April 2021   01:17 Diperbarui: 18 April 2021   00:40 39 3 0 Mohon Tunggu...

Rumahmu di Kenangan 

Semesta s`lalu bersikap tegas pada penghuninya. Jika manusia lemah, arusnyalah yang `kan s`makin keras mendera. Menulis paragraf ini aku seakan menangisi diriku di masa lalu. Aku yang sering diombang-ambing oleh aku yang dulu. Layaknya bunga layu, kering kerontang tak berdaya diterpa terik, diluluh-lantakkan badai angin.

Pekik hati yang tercabik tak pernah alpa tiap malamnya. Kadang muram di tengah temaram aku bertanya tentang segala. Termasuk pertanyaan, "sebenarnya salahku apa?" Aku yang selalu terlihat baik-baik saja pernah patah hati juga pada masanya.

Dia mencintaiku dengan sangat, aku menerima kasihnya begitu hangat. Kisah yang kudambakan bahkan hingga hayat ketika sampai di tiga tahun terpaksa harus tamat.

 

Apa? Apa yang kusesali? Tidak ada karena percuma. Apa?  Apa yang kudapati? Hikmah, pelajaran berharga. Mungkin jika Tuhan tidak pernah merancang skenario indah-Nya waktu itu aku tidak akan tumbuh menjadi pribadi kuat seperti sekarang ini.

Bagiku putus cinta adalah sebuah kegagalan. Kegagalan yang seharusnya tidak pernah kualami dalam hidup. Kegagalan yang seharsunya tidak pernah ada dalam bab cerita cinta. Tapi patut kusyukuri rencana-Mu yang menakjubkan itu.

Sekarang bunga yang telah layu di musimnya itu sudah tumbuh subur kembali. Aku. Aku tumbuh menjadi diriku yang sebenarnya. Aku menemukan kembali aku; diriku. Aku yang sampai saat ini sudah tak peduli lagi tentang segalamu. Karena aku sadar, rumahmu hanya di kenangan yang tak pernah dan memang tak seharusnya kukenang.

Ruang Sendiri, 14 April 2021

Follow Instagram @jejakwarna.id
#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
#Day1

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x