Mohon tunggu...
Maulidia Royhana
Maulidia Royhana Mohon Tunggu... Jadilah Manusia Yang Bermanfaat untuk oranglain. Mohon Maaf dan Terima Kasih

No one can go agains destiny. Everything is already programmed by God the Almighty. day, date, minute, and second. 19

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Hukum Transplantasi Organ Tubuh Manusia dalam Islam Diperbolehkan dengan Beberapa Syarat

10 Desember 2019   16:55 Diperbarui: 18 Juni 2020   01:51 5487 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hukum Transplantasi Organ Tubuh Manusia dalam Islam Diperbolehkan dengan Beberapa Syarat
Gambar oleh 272447 dari Pixabay

Seiring dengan perkembangan zaman, dunia mengalami kemajuan yang signifikan termasuk bidang kesehatan. Salah satunya adalah transplantasi organ tubuh manusia. Namun, bagaimana hal ini diatur dalam hukum islam?

Sebagai seorang muslim kita harus menjalani proses kehidupan harus sesuai dengan aturan Islam guna menjalankan ketaqwaan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Transplantasi organ tubuh sudah menjadi salah satu jalan keluar yang diyakini dalam dunia kedokteran modern, melihat banyak nyawa manusia yang berhasil tertolong dengan cara tranplantasi organ ini.

Transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh oranglain dengan persyaratan dan kondisi tertentu[1]seperti pemindahan tangan, ginjal, dan jantung.

Transplantasi merupakan pemindahan sebuah organ atau lebih dari seorang manusia pada saat dia hidup, atau setelah mati kepada manusia lain

Dalam masalah organ tubuh manusia, dilihat dari cara pengobatannya melibatkan dua orang yaitu, resipen (penerima organ) dan donor (pemberi organ). Transplantasi ini dilakukan untuk melangsungkan hidup penderita, karena jika tidak dilakukan transplantasi maka akan membahayakan kelangsungan hidup penderita.

Hukum transplantasi organ tubuh manusia dalam Islam dengan syarat yang berlaku, yaitu:

1. Transplantasi organ tubuh  dari donor yang masih hidup

Zallum, berpendapat bahwa syara' membolehkan seseorang mendonorkan sebagian organ tubuhnya ketika ia hidup, dengan syarat suka rela atau tidak dipaksa oleh siapapun. Organ yang didonorkan bukanlah organ vital, seperti jantung dan hati[2]. 

Hal ini karena penyumbangan tersebut dapat mengakibatkan kematian pendonor, padahal Allah Swt  melarang untuk membunuh dirinya sendiri. Allah SWT berfirman :

"Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian." (Q.S. An Nisa : 29)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN