Mohon tunggu...
maulida rachmawati
maulida rachmawati Mohon Tunggu... Assalamualaikum wr wb

MAULIDA RACHMAWATI S20182043

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Ponpes Nuris Jember

14 Desember 2019   19:31 Diperbarui: 14 Desember 2019   19:33 14 0 0 Mohon Tunggu...

Tepat pada jam 8 tanggal 8 Agustus tahun 1981, KH Muhyiddin Abdusshomad mendirikan Pondok Pesantren Nurul Islam. Pada tahun pertama berdiri, hanya dihuni oleh belasan santri. Mereka hanya belajar agama secara langsung pada pengasuh. Pada suatu hari, ketika jalan-jalan di pusat kota Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad melihat banyak pelajar muslim belajar di sekolah Kristen dari berbagai daerah, dari kecamatan Silo dan lainnya. Keadaan yang sangat miris bagi beliau dan bagi umat islam. Sehingga, terlintas dalam benak beliau alangkah baiknya jika pesantren memiliki sekolah umum dan masyarakat bisa menyekolahkan putra-putrinya di lembaga sekolah Islam yang profesional.

Menindak lanjuti keinginan tersebut, beliau meminta saran kepada beberapa kiai besar di Jawa Timur seperti KH. As'ad Syamsul Arifin (Pengasuh Pesantren Sukorejo Situbondo), KH. Ahmad Siddiq (Pengasuh pesantren Telangsari Jember), KH. Hasyim Zaini (pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid Probolinggo). Para kiai menyetujui niat KH Muhyiddin Abdusshomad. Kemudian beliau bermusyawarah dengan santri yang merupakan mahasiswa UNEJ, Muhammadun, Achmad Nur Salim, dan beberapa mahasiswa lainnya. Beliau juga mengumpulkan para kepala sekolah dasar di sekitar pesantren untuk meminta saran dan masukan tentang pendirian sekolah umum tersebut. Mereka antusias dan mendukung, bahkan kepala sekolah SDN Antirogo 4 saat itu menyediakan beberapa ruangan untuk ditempati sekolah formal tersebut.

Beliau juga berdiskusi dengan Abu Bakar Bakhtir, pemilik yayasan Al-Furqon tentang keinginan mendirikan lembaga pendidikan umum. Mendengar ide dan latar belakang keinginan tersebut, Abu Bakar Bakhtir sangat mendukung rencana KH Muhyiddin Abdusshomad. Dengan harapan, pesatren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu  agama tapi juga bisa ahli di bidang ilmu pengetahuan umum.

Dengan demikian pada tahun 1983, KH. Muhyiddin Abdusshomad mendirikan SMP (Sekolah Menengah Atas) Nuris. Untuk periode pertama, SMP Nuris dipimpin oleh Bapak Hisyam Balya (tahun 1983) dan dilanjutkan Bapak Muhammadun (tahun 1984), Bapak Achmad Nur salim (tahun 1984-1989), bapak M. Soleh Samroji (1989-2002), Bapak Hary Widyo utomo (2002-2006), Bapak Abdus Samak, S.Pd (2006-2014) dan kepala sekolah saat ini adalah Gus Rahmatullah Rijal, S.Sos. Saat ini, jumlah peserta didik SMP Nuris sudah  346 siswa. Harapan untuk mendidik siswa yang ahli ilmu agama dan sains membuahkan hasil. Segenap siswa lulusan SMP Nuris Jember dijamin bisa membaca dan menulis Al-Qur'an, dan ahli dalam sains. Terbukti siswa-siswi SMP Nuris banyak meraih prestasi di perlombaan di tingkat kabupaten. Seperti, juara 3 olimpiade matematika se kabupaten jember (Khusnul Khotimah), juara 2 puisi (Faidiyahtul Hidayah Elbas), Juara harapan 1 puisi (Shofiatus Sholihah), juara harapan 2 pidato bahasa Indonesia (Lu'lu'a Salsabila), Juara 1 Pramuka Adventure Game Se kabupaten Jember.

Oeh:

Lailatul Badriyah

S20182006

HES4

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x