Mohon tunggu...
Herman Wijaya
Herman Wijaya Mohon Tunggu...

Penulis Lepas.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ketika Sandiaga Uno Mulai Curi Start Kampanye

18 Agustus 2018   08:40 Diperbarui: 18 Agustus 2018   11:20 0 3 4 Mohon Tunggu...
Ketika Sandiaga Uno Mulai Curi Start Kampanye
Sandiaga Uno datang ke Jl. Jaksa, Kebun Sirih Jakarta, untuk mengikuti acara Agustusan. (Dok. Pribadi)

Jalan Jaksa selalu jadi magnit bagi fotografer amatir maupun media untuk memotret acara lomba  memperingati HUT Kemerdekaan RI. Di kawasan yang menjadi favorit turis asing kelas backpacker itu, acara Agustusan selalu diramaikan oleh turis asing yang menginap di sana, dengan mengikuti lomba seperti makan kerupuk atau balap karung.

Suasana jalan Jaksa kemarin sore (17/8/2018) tidak terlalu ramai. Lomba untuk memperingati Agustusan hanya diikuti oleh warga lokal, tidak ada bule yang berpartisipasi.  Hanya ada lomba tusuk balon dengan mata tertutup, dengan peserta berbeda. Yang pertama oleh kaum bapak, lalu ibu-ibu, kemudian anak remaja lelaki, dan terakhir perempuan.  

Tiga buah karung goni teronggok di ujung arena yang telah dibuat jalur-jalur dengan cat. Petanda akan ada lomba balap karung. Tapi kami tidak tahu pesertanya. Kalau pesertanya bukan bule,  tidak menarik. Lebih baik melihat Agustusan di kampung sendiri, dengan lomba yang lebih komplit, lebih meriah.

Sementara sore itu tidak banyak bule yang kelihatan. Hanya ada seorang bule pria yang memegang kamera mirorless dan segelas bir di tangannya, duduk di trotoar sambil sesekali motret, lalu ada seorang perempuan bule sedang mengobrol ceria dengan lelaki berkulit hitam. Ada dua fotografer yang memotret suasana lomba. Tidak menarik. Kami hampir memutuskan pulang saja.

Tetapi ketika semangat kami sudah kendor, tiba-tiba terdengar teriakan, "Sandiaga Uno datang!". Secara reflek kami melihat ke arah yang ditunjukkan pemilik suara, dan segera berhamburan untuk memotret kedatangan Sandiaga.

Sandiaga berjalan di aspal, mengenakan celana berwarna coklat, T'shirt biru telor asin dan sepatu jogging warna merah. Sandiaga berjalan menuju arena lomba berlangsung. Beberapa orang mengiringinya.

Baru setengah jalan Sandiaga ke tempat lomba berlangsung, dia berhenti, karena beberapa ibu-ibu dan anggota masyarakat lainnya mengerubungi sang calon Wakil Presiden.  Ibu-ibu yang mengerubunginya ada yang memeluk, mencium, juga langsung  mengeluarkan telepon genggam dan minta berfoto bersama.

Di tengah jalan Jaksa yang sempit itu tiba-tiba ramai
luar biasa. Jurufoto juga bertambah banyak, nampaknya dari media, ada juga yang menggunakan kamera video, seperti jurukamera televisi. Entah darimana mereka datang

Sandiaga nampak enjoy dengan suasana itu. Dia melayani setiap permintaan foto dari ibu-ibu maupun kaum lelaki di situ. Pujian dari masyaralat terus mengalir, ada yang menyebutnya "Si ganteng", ada yang terang-terangan mengatakan, "Wakil Presiden kita!".

Setelah memberi kesempatan masyarakat untuk foto bersamanya, melayani pertanyaan mereka, Sandiaga kembali berjalan mendekati arena lomba.

Di ujung selatan arena lomba, tiba-tiba sudah berkumpul para personil grup band Steven & The Coconuttreez tengah menyetem gitar. Sudah ada perangkat audio dan mike berkaki yang tadi tidak kelihatan. Entah datangnya dari mana.

Sementara para pemusik menyetem gitar,  Sandiaga berdiri di belakang para personil band. Masyarakat masih mengerubunginya, tapi Sandiaga hanya berbicara dengan orang-orang dekatnya. Suaranya tenggelam oleh suara MC yang terus nyerocos di loudspeaker.

MC berbicara dengan bahasa gado-gado, bahasa Indonesia dan Inggris. Apa aja diomongin, mulai dari ucapan terima kasih atas kedatangan Sandiaga Uno, menjelaskan soal perayaan Agustus dalam bahasa Inggris sampai tentang grup musik yang akan menghibur.

Setengah jam kemudian stelan gitar dan seorang peniup trompet, musik dimainkan. Steven vokalis dan juga pimpinan grup musik ini mulai menyanyi. Sementara Sandiaga tetap di belakang Steven dan kawan-kawan yang sedang bermusik. Beberapa orang meminta agar penonton dan fotografer mundur sejauh 2 meter dari pemain musik. Seorang fotografer senior sempat bersitegang dengan anak muda yang memintanya mundur.  

Sandiaga ikut menyanyi bersama Steven & The Coconuttreez (Dok. Pribadi)
Sandiaga ikut menyanyi bersama Steven & The Coconuttreez (Dok. Pribadi)
Beberapa jurufoto meminta Sandiaga maju ke depan, bernyanyi bersama Steven. Sandiaga akhirnya maju. Dia berjoget mengikuti irama musik. Cukup luwes. Ada jurus bangonya. Dua orang perempuan lansia yang sempat minta foto bersama Sandiaga di awal kedatangannya, ikut berjoget.

Pada lagu kedua 'Welcome to My Paradise", barulah dia ikut menyanyi, walau pun hanya bisa berteriak di bagian reff saja. Melihat Sandiaga tidak hafal lirik lagu, salah seorang anggota timnya menyodorkan sebuah telepon genggam yang sudah berisi lirik lagu "Welcome to My Paradise" yang mendunia itu. Sandiaga mulai bisa bernyanyi. Steven sempat memberikan kesempatan kepada Sandiaga untuk menyanyi satu bait sendirian.

Usai menyanyikan lagu tersebut, Sandiaga ke luar dari lingkaran tempat grup musik Steven & The Coconuttreez yang masih meneruskan menyanyi. Oleh anggota timnya Sandiaga dibawa ke depan sebuah rumah tidak jauh dari area musik. Duduk di kursi yang disediakan, menghadap meja panjang. Ada beberapa gelas jus di atasnya. Fotografer dari media dan kameraman video mengikutinya.

"Mau ada wawancara," kata salah seorang anggota timnya.

Sandiaga sempat duduk beberapa saat, tapi wawancara dibatalkan, karena akan dilakukan lomba balap karung terlebih dahulu. Awak media yang sudah mengelilinginya bubar. Sandi menuju tempat karung yang teronggok di jalan. Peserta lomba ternyata hanya tiga orang: Sandiaga Uno, seorang perempuan bule berdada kecil sehingga tak perlu BH, dan seorang lelaki lansia. Sandi di tengah.

Sandi dan peserta lain sudah memasukan kakinya ke dalam karung. Fotografer, baik profesional, amatir atau hanya warga yang mengabadikan dengan telepon genggam berkerubung mengelilingi. Teriakan beberapa orang agar fotografer atau warga menjauh, tidak digubris. Masing-masing merangsek untuk mendapatkan angle terbaik.

Panitia memberi aba-aba lomba dimulai. Fotografer dan warga yang ada di lintasan menyingkir. Petugas melakukan hitungan mundur. Begitu kata "mulai" diteriakan, Sandi dan dua peserta lainnya langsung melompat-lompat, menempuh jarak yang cuma sekitar 8 meter. Hanya dalam beberapa lompatan langsung finis. Tidak menarik! 

Menjelang finish (Dok. Pribadi)
Menjelang finish (Dok. Pribadi)
Entah siapa pemenangnya, prosesnya demikian cepat. Di garis finish Sandi kembali dikerubuti oleh warga -- terutama oleh warga yang ingin foto bersama -- dan beberapa awak media. Kelihatannya wawancara dimulai. Tetapi karena tempat itu masih digunakan oleh panitia, wawancara akhirnya bergeser ke tempat start lomba karung.

Sandi berdiri di tengah jalan dalam wawancara. Antara wartawan dan warga semua mengajukan pertanyaan. Sandi sempat menjelaskan apa yang akan dilakukannya untuk bangsa Indonesia, jika ia terpilih kelak. Waktu itu sudah tidak jelas lagi, apakah Steven dan grup musiknya masih main atau sudah berhenti. 

Usai wawancara, Sandi masuk ke dalam mobil SUV hitam yang sudah menunggunya, diikuti beberapa asistennya, lalu pergi. Awak media yang mengikutinya juga pergi dengan kendaraan roda dua masing-masing. Tidak jauh dari tempat itu ada sekelompok orang bernyanyi dangdut diringi alat sederhana -- seperti dangdut gerobak dorong. Asyik, tapi tak ada yang menonton.

Kedatangan Sandiaga Uno ke jalan Jaksa cukup membuat surprise bagi warga, mungkin juga bagi fotografer media yang sengaja datang untuk memotret keunikan lomba Agustusan di Jalan Jaksa.

Namun ada beberapa pertanyaan yang muncul dengan kedatangan Sandi di Jalan Jaksa sore kemarin. Yang pertama, apakah ia ingin menyapa warganya? Tentu tidak, Sandiaga sudah bukan Wakil Gubernur DKI lagi sejak dia menyatakan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres mendatang. Dia sudah mengundurkan diri sebagi Wagub DKI.

Pertanyaan kedua, apakah kedatangan Sandiaga Uno ke jalan Jaksa secara spontan, tanpa dirancang oleh Timsesnya? Rasanya juga tidak. Sebab ketika Sandi datang, tiba-tiba jumlah fotografer -- nampaknya dari media -- terlihat bertambah banyak. Asisten Sandi, Yuga Aden, adalah seorang mantan jurnalis. Dia terlihat akrab dengan beberapa awak media yang datang. Seperti ada koordinasi nampaknya.

Yang ketiga, karung yang sejak kedatangan penulis sudah teronggok di jalan -- ada tiga buah -- nampaknya memang sudah disiapkan untuk Sandi. Dan supaya ada gimmick, salah seorang pesertanya perempuan bule!

Dan yang keempat, kehadiran grup musik Steven & The Coconuttreez yang tiba-tiba di tempat itu pastilah bukan semata-mata untuk menghibur warga atau memeriahkan suasana Agustusan di Jalan Jaksa. Mengapa grup musik ini baru kelihatan sibuk dan mulai bermain bertepatan dengan kedatangan Sandi.

Grup musik Steven & The Coconuttreez yang beraliran reggae sengaja didatangkan, agar cocok dengan situasi di Jalan Jaksa yang sering dipenuhi turis backpacker. Turis jenis beginian bukanlah penggemar musik klasik, jazz atau lagu-lagu pop yang mendayu. Musik reggae asyik didengar sambil menggak bir atau mengisap ganja.

Musik reggae pastinya juga bukan kegemaran warga Kebun Sirih -- tempat Jalan Jaksa berada -- yang mayoritas Betawi. Jadi kehadiran Grup musik Steven & The Coconuttreez di situ juga ada yang mengatur.

Jadi apa sebenarnya maksud kedatangan Sandi ke Jalan Jaksa yang terkesan mekanis? Apalagi tujuannya kalau bukan untuk mensosialisasikan dirinya sebagai Calon Wapres. Kalau tidak untuk apa Sandi jauh-jauh datang ke Jalan Jaksa untuk menghadiri acara Agustusan. Sore hari pula.

Supaya kedatangannya tidak asal muncul, segala sesuatu sudah disiapkan. Mungkin timsesnya sudah membuat rundown acara, yang hanya diketahui di antara mereka.

Jalan Jaksa dipilih karena tempat itu selalu menjadi magnit bagi fotografer dari media untuk memotret suasana lomba Agustusan yang unik. Masa sih kedatangan Sandi diabaikan begitu saja? Cerdas!

Ternyata benar. Esoknya, 18 Agustus, berita-berita kedatangan Sandiaga Uno ke Jalan Jaksa sudah muncul di beberapa media online.

"Sandiaga Uno Janji Tingkatkan Pariwisata di Jalan Jaksa", judul tulisan di Tribunnews.com. Isinya antara lain mengatakan:  Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno, menjanjikan sejumlah perubahan bagi warga di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Pernyataan itu disampaikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu saat menyambangi Jalan Jaksa untuk menyaksikan acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia.

"Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari pengangguran, merdeka dari harga mencekik," ujar Sandiaga, ditemui di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018).

"Rayakan HUT RI di Jl. Jaksa, Sandiaga Dipeluk Emak Emak", judul Detik.com; "Saat Sandi Balap Karung di Jalan Jaksa", judul Kumparan.com; "Sandiaga Balap Karung Lawan Warga Jalan Jaksa", judul di ANTARA. News. Dan banyak lagi media yang menulis kedatangan Sandiaga Uno ke jalan jaksa.

Kehadiran awak media yang tiba-tiba di Jalan Jaksa juga tentu bukan spontan. By design. Entah kalau mereka memang bertugas untuk memantau terus pergerakan Sandiaga Uno sejak memdeklarasikan jadi Calon Wakil Presiden.

Entah masuk kategori apa kunjungan Sandiaga Uno ke Jalan Jaksa kemarin: silaturahmi? Sosialisasi atau kampanye? Atau sekedar pamitan dengan segelintir warga yang pernah dipimpinnya selama beberapa bulan.

Yang pasti Sandiaga Uno tidak kedatangannya sia-sia, harus ada dampak bagi elektabilitasnya ke depan. Media perlu dilibatkan untuk memberitakan. Supaya menarik, gimmick diciptakan.

Berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum, tanggal 23 September 2018-13 April 2019 adalah masa kampanye calon angota DPR, DPD, dan DPRD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Jadi Sandiaga sudah mencuri start duluan. Apakah ini bisa dibenarkan atau dianggap melanggar aturan? Tergantung Bawaslu yang bisa menilainya. Selamat berkampanye!