Mohon tunggu...
Mathilda AMW Birowo
Mathilda AMW Birowo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, Konsultan PR

Pengalaman Profesional (35 tahun) : Bank CIMB Niaga (Corporate Communication) ; Raja Garuda Mas Group (Senior Communication Officer) ; Kompas Gramedia (Hubungan Masyarakat) ; Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Konsultan Komunikasi); Akademi Televisi Indonesia (Ketua Program Studi). Organisasi: Ketua Umum Alumni Katolik Universitas Indonesia (Alumnika UI) Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia Dosen Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara Dosen Komunikasi Vokasi Universitas Indonesia Konsultan Public Relations Anyes Bestari Komunika Penulis Buku Gramedia (terdaftar) Trainer Gramedia Akademi Trainer Pusdiklat KOMINFO Pendidikan: Deakin University - STA Multifaith Leadership for Women Organization London School of Public Relations - M.Si FISIP UI - Sarjana Komunikasi Fakultas Sastra Belanda UI - D3 Cambridge University / LSPR - Managing Information Certification Penerbitan Buku: Becermin Lewat Tulisan (Gramedia Pustaka Utama) 1001 Virus Cinta Keluarga (Gramedia Widiasarana Indonesia) Brand Yourself (Gramedia Widiasarana Indonesia) Mengembangkan Kompetensi Etis di Lingkungan Kita (Gramedia Widiasarana Indonesia) Melati di Taman Keberagaman Praktik Kepemimpinan Perempuan di Indonesia dan Australia (Gramedia Widiasarana Indonesia) Pencapaian/Penghargaan: Australia Awards Indonesia, STA Scholarship Indonesia Wonder Women, Universitas Indonesia Top 27 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), 2017 Top 15 Komnas Perempuan, 2019

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Semana Santa Perpaduan Religi dan Keindahan Budaya

15 September 2022   02:26 Diperbarui: 15 September 2022   02:30 210 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

MEMPERKUAT WISATA RELIGI SEMANA SANTA SEBAGAI TUJUAN WISATA MANCANEGARA GUNA MEWUJUDKAN NTT  SEJAHTERA

 Disamping keindahan alam dan lautnya, NTT juga dikenal dengan wisata religi. Berdekatan dengan Lembata, ada tiga lokasi yang memiliki budaya yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. 

Ketiganya adalah Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Pulau Adonara dan Pulau Konga. Adanya tradisi keagamaan yang sangat dijaga warga setempat menjadikan ketiga tempat itu kemudian dikenal sebagai lokasi wisata religi. 

Di Larantuka (disebut juga Nagi) terdapat sebuah kerajaan yang sampai sekarang masih berdiri. Kerajaan tersebut semacam kerajaan Katolik di pulau Flores dengan tradisi yang menarik ribuan orang datang mengikuti tradisi itu.

Ibu kota Kabupaten Sikka, NTT juga memiliki destinasi wisata rohani lainnya yang tak kalah indah yaitu masjid terapung An-Nur. Masjid ini berlokasi di atas laut perkampungan nelayan Wuring, Kecamatan Alok Barat. 

Tempat ibadah umat Islam ini menjadi lambang bahwa warga Flores, terutama Maumere, telah mempunyai jalinan persahabatan dengan pedagang dari kerajaan Gowa, Makassar serta Gujarat. 

Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk yang beragama Katolik di Indonesia per 31 Desember 2021 adalah 8,43 juta jiwa. 

Dari jumlah tersebut, warga beragama Katolik terbanyak berada di NTT yaitu 2,94 juta jiwa atau 53,61%. Sedangkan penduduk NTT yang menganut agama Kristen sejumlah 1,98 juta jiwa; yang beragama Islam sebanyak 517,74 ribu jiwa; penganut Hindu sejumlah 5,87 ribu jiwa dan 384 jiwa beragama Buddha. Selebihnya ada 32 jiwa penduduk NTT beragama Konghucu; 35,88 ribu jiwa menganut aliran kepercayaan.

 Pusaka Portugis

Dok:Pri / Diskusi Panel Lemhannas RI, Kupang
Dok:Pri / Diskusi Panel Lemhannas RI, Kupang
Larantuka adalah sebuah kota kecil di pulau Flores yang adalah ibukota kabupaten Flores Timur. Luas wilayah Larantuka 75,91 km, dengan jumlah penduduk per tahun 2020 sekitar 45.515 jiwa. Kota ini menyimpan potensi wisata asli. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan