Mohon tunggu...
Masykur Mahmud
Masykur Mahmud Mohon Tunggu... Freelancer - A runner, an avid reader and a writer.

Harta Warisan Terbaik adalah Tulisan yang Bermanfaat. Contact: masykurten05@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Self-regulation, Peran Aktif Orangtua Mengajarkan Anak Cara Mengontrol Emosi

6 Desember 2022   21:55 Diperbarui: 8 Desember 2022   03:31 399
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak marah. www.freepik.com

Agar Parasympathetic nervous system bisa berfungsi, peran orangtua sangatlah krusial, termasuk didalamnya peran anggota keluarga yang berinteraksi dengan sang anak, baik itu kakek, nenek, abang, kakak, dll.

Karena kemampuan mendengar dan melihat terbentuk cepat di masa 0-2 tahun, anak belajar dengan melihat dan mendengar lebih banyak. 

Lebih dari itu, apa yang dilihat lebih memberi pelajaran kepada anak ketimbang apa yang didengar. Disini, peran orangtua untuk memberi contoh kepada anak sangatlah penting.

Bagaimana Anak membangun kemampuan Self-regulation?

Orang tua perlu memberi contoh baik pada anak bagaimana cara mengontrol emosi dengan bijak.  Kenapa anak perlu melihat ? karena anak belajar lebih mudah dan cepat dari contoh yang mereka lihat.

Ini juga berarti bahwa saat orang tua memperlihatkan contoh buruk seperti berbicara dengan nada keras, berteriak, dan marah maka secara tidak langsung anak menganggap ini tindakan yang benar.

Apa yang terjadi jika anak sering melihat orang tua marah, suka berteriak dan berbicara dengan ada keras? Parasympathetic nervous system tidak terbentuk.

Dengan kata lain, anak tidak memiliki rem yang baik. Anak juga akan mudah marah, kesal tanpa sebab, berteriak ketika keinginan tidak terpenuhi, dan menangis karena alasan spele. 

Lebih buruk lagi, fungsi jantung, hati, pencernaan, mata, paru-paru juga menerima imbasnya. Kenapa bisa demikian? alasannya adalah, saat Sympathetic nervous system bekerja, semua bagian organ ini aktif secara bersamaan.

Pada saat anak tidak belajar mengontrol diri, reaksi negatif tubuh lebih dominan daripada respon positif. Ringkasnya, fungsi organ tubuh bekerja tidak seimbang karena minimnya peran Parasympathetic nervous system.

If a parent is reactive, screams, or yells whenever something goes wrong, the child learns to be reactive and misbehave when things don't go their way.

Ketika orangtua berlaku reaktif dan berteriak saat sesuatu terjadi tidak semestinya, anak belajar menjadi rekatif dan berperilaku buruk saat sesuatu tidak berjalan sebagaimana yang diharap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun