Mohon tunggu...
Masykur
Masykur Mohon Tunggu... Freelancer - Avid reader, kind and thoughtful.

Menulis untuk merekam jejak dan menebar manfaat. email: masykurten05@gmail.com www.familyliteracyideas.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Apakah Kita Bisa Mengontrol Alur Pikiran?

12 September 2022   13:32 Diperbarui: 12 September 2022   13:36 145 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi seseorang sedang terpuruk. Www.freepik.com

Ijinkan saya memulai tulisan ini dengan memberikan dua ilustrasi cerita: Si A dan si B.

Si A memiliki seorang anak yang sangat pinter. Apapun kebutuhan anak kerap ia penuhi karena rasa sayangnya kepada anak. Suatu hari saat mengantar anaknya, sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi dan tanpa kendali menabrak sang anak. 

Segera si A menelpon ambulan dan menemani anaknya ke rumah sakit. Ternyata, setelah menjalani beberapa pengecekan resmi dengan alat medis, sang dokter memvonis bahwa anak si A memiliki harapan hidup yang sangat tipis, kalaupun bisa hidup ia tidak bisa berjalan lagi seumur hidupnya. 

Walau dalam keadaan yang begitu terpuruk, si B tidak sekalipun menuntut penabrak anaknya dan tetap fokus untuk merawat sang buah hati, bahkan ia rela mencari rumah sakit yang lebih baik untuk menemukan alternatif lain yang lebih baik untuk anaknya. 

Cerita kedua

Si B adalah pengusaha sukses di kotanya. Suatu hari orang terdekatnya membawa kabur uang yang telah ia kumpulkan selama 20 tahun. Jumlahnya tentu saja tidak sedikit, total kerugian yang ia alami  setara dengan 90% aset yang selama ini ia kumpulkan. Lalu, ia menyalahkan dirinya karena percaya begitu saja kepada orang terdekat, akhirnya si B jatuh miskin dalam sekejap. 

Anak-anaknya yang terbiasa hidup serba ada kini harus keluar dari rumah mewah dan mau tidak mau menetap di rumah kontrakan yang kecil. Setiap harinya si B terus menyalahkan keadaan dan mencari tahu keberadaan bawahannya yang membawa kabur uang miliknya.

Nah, dari dua cerita ini, kira-kira mana yang lebih baik, si A atau si B? siapakah diantara kedua orang ini yang lebih mudah memperbaiki keadaan?

Pikiran kita pada hakikatnya bisa membawa kita untuk fokus pada solusi atau terpenjara dalam masalah. 

Cara kita mengarahkan pikiran akan membawa kita untuk menemukan solusi atau selamanya terfokus pada titik masalah. Keduanya ibarat sebuah kompas yang memberi petunjuk yang benar atau arah yang salah.

Kita terkadang tidak menyadari efek negatif yang muncul karena cara kita berpikir. Pada dua contoh diatas, si A mengarahkan pikirannya pada solusi, sementara si B condong fokus pada masalah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan