Mohon tunggu...
Masykur
Masykur Mohon Tunggu... Freelancer - Avid reader, kind and thoughtful.

Suka mengeksplorasi dunia parenting dan anak-anak. email : masykurten05@gmail.com Kunjungi: www.familyliteracyideas.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Gagal Bukan Berarti Sial, Mengubah Pola Pikir tentang Kegagalan

6 Juli 2022   13:45 Diperbarui: 7 Juli 2022   22:03 559 15 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi merasa gagal (Sumber: tuaindeed via lifestyle.kompas.com) 

Di tulisan kali ini saya ingin membahas tentang memaknai kegagalan secara positif. Rangkuman dari sebuah buku dengan judul From Failure to Success, ditulis oleh Martin Meadows.

Ini adalah buku kedua yang saya baca saat ini dengan ketebalan halaman 279 dan tentunya lebih tebal dari buku pertama yang saya tamatkan 2 hari yang lalu. 

Ada beberapa pelajaran berharga yang saya dapat di dalam buku ini, sehingga saya terdorong untuk membuat rangkuman sekiranya bermanfaat bagi yang membaca.

Secara umum isi buku ini menceritakan tentang kegagalan dan bagaimana memaknai kegagalan sehingga setiap orang bisa menjadikannya batu loncatan yang bermanfaat dalam hidup.

Bagaimana seseorang memaknai kegagalan memiliki kaitan erat dengan bagaimana sikap dan tindakan dalam merespons kegagalan. Ada yang memandang kegagalan sebagai sebuah keburukan, ada yang melihatnya sebagai sebuah pembelajaran.

Gagal bukanlah Sebuah Petaka

Secara umum kebanyakan orang melebel kegagalan identik dengan hal negatif, yang pada akhirnya menyikapinya dengan keputusasaan dan keengganan mencoba untuk mencoba lagi.

Padahal, sebuah kegagalan hendaknya ditempatkan sebagai sebuah refleksi untuk memaksimalkan usaha. Bisa jadi percobaan pertama belum begitu maksimal dan bisa menjadi sebuah cermin untuk percobaan berikutnya.

Namun, bagi sebagian orang kegagalan seakan akhir dari segalanya. Akibatnya, orang dengan tipe seperti ini lebih condong menyerah dan berpikir negatif akan usaha yang sudah dilakukan.

Siapa yang bisa menjamin kita akan sukses di percobaan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya? TIDAK ADA! Semua dimulai dari sebuah keyakinan tentang usaha yang kita lakukan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan