Mohon tunggu...
Masykur
Masykur Mohon Tunggu... Learning and exploring

language lover, book reader, nature explorer.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Cara Menangani Anak yang Cepat Marah dengan Bijak

21 Januari 2020   13:15 Diperbarui: 22 Januari 2020   05:42 278 5 2 Mohon Tunggu...
Cara Menangani Anak yang Cepat Marah dengan Bijak
ilustrasi mengingatkan anak yang sedang marah. (sumber: Thinnkstock.com via kompas.com)

Anak-anak yang berumur dibawah 6 tahun memiliki keunikan tersendiri ketika mereka berkomunikasi dengan orang dewasa. kenapa bisa demikian? penting sekali bagi orang dewasa, terlebih orangtua untuk mengetahui cara anak berkomunikasi melalui ekspresi mereka. 

Kadang bagi orang dewasa ketika anak menangis kita menganggap mereka sedang sakit, lapar, haus, atau marah, padahal anak menangis juga sebuah hal wajar untuk mengekspresikan perasaan mereka termasuk karena kesal atau dalam keadaan cemas.

Perlu bagi orangtua untuk memahami bahwa MARAH merupakan hal yang wajar dalam dunia anak. Bahkan, orang dewasa juga memiliki sifat MARAH namun cara melampiaskan saja yang sedikit berbeda. 

Anak belum bisa mengontrol rasa marah karena mereka belum memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi sebagaimana orang dewasa. 

Jadi, ketika berhadapan dengan anak, orangtua harus memposisikan diri sebagai seorang dewasa yang harus bersikap lebih lembut untuk merespon emosi anak saat MARAH.

Beberapa hal yang menyebabkan anak marah diantaranya:

  1. Anak dalam keadaan lelah
  2. Anak merasa terasingkan
  3. Anak merasa diabaikan
  4. Anak berusaha mengeluarkan emosinya
  5. Anak sedang cemas
  6. Anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan
  7. Anak tidak bisa mengutarakan apa yang mereka inginkan
  8. Anak merasa tidak nyaman

Nah, beberapa poin yang saya tulis diatas adalah sebagian besar penyebab anak marah. Tentu saja setiap anak memiliki cara berbeda untuk mengekspresikan rasa marah mereka. 

Ada anak yang emosinya lebih stabil dan ada juga yang sangat cepat marah. Apa yang membuat anak memiliki tingkat emosi yang tidak stabil? salah satu jawabannya adalah ketiadaan orangtua saat anak membutuhkan kasih sayang.  

Percaya atau tidak, emosi dalam diri anak sangat dipengarugi oleh keberadaan orangtua disamping mereka. Saat anak masih berumur dibawah 1 tahun, mereka sangat membutuhkan orangtua berada disamping, khusunya kehadiran ibu sebagai sumber kasih sayang utama. 

Bahkan, ketika menyusui seorang ibu pada hakikatnya sedang memberikan kenyamanan bagi anak. 

Jadi, menyusui bukan hanya sekedar aktifitas memberi makan anak tapi juga berperan sebagai transfer Kasih Sayang kepada anak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN