Mohon tunggu...
Mas Sam
Mas Sam Mohon Tunggu... Guru - Guru

Membaca tulisan, menulis bacaan !

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Mengolah Limbah, Mendulang Rupiah

28 Januari 2021   10:24 Diperbarui: 28 Januari 2021   10:39 320
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Niatnya sederhana tapi mulia. Sutiah ingin membantu suami menopang keuangan keluarga.

Berbekal minatnya pada kreasi seni ibu dari tiga orang anak ini memulai usaha dengan membuat aksesoris. Di sela-sela kesibukannya mengurus rumah tangga dia membuat produk kerajinan dari barang limbah.

Limbah konfeksi atau taylor yang oleh orang lain tidak bermanfaat dia sulap menjadi aksesoris yang apik dan bernilai ekonomis. Sisa-sisa bahan yang terbuang itu dengan kreasinya dijadikan pemanis penampilan kaum wanita.

Awalnya hanya untuk dirinya sendiri. Ketika dikenakan untuk menambah menarik penampilannya ternyata banyak yang suka. Timbullah niatnya untuk membuka usaha kecil-kecilan.

Limbah kain batik (DokPri)
Limbah kain batik (DokPri)

Setiap hari bergelut dengan limbah kain perca (DokPri)
Setiap hari bergelut dengan limbah kain perca (DokPri)

Bahan baku kain perca didapatkan dengan membeli dari tukang jahit dekat rumah. Dia sengaja memilih sisa bahan kain batik. Motif yang beraneka ragam sesuai dengan kreasi produk kalungnya. 

Satu karung kain perca hanya perlu ditebus dengan 25 ribu rupiah. Dengan menyisihkan uang belanja dapur dia memulai usahanya. Sutiah menyiasati jatah belanja dari suami yang hanya seorang guru swasta.

Limbah kain perca dari bahan batik yang sudah dibeli kemudian dicuci. Tujuannya untuk menghilangkanSetelah dijemur sampai kering kemudian disetrika sehingga menjadi halus dan siap diolah menjadi produk kerajinan yang cantik.

Usaha yang Mengandalkan Kreativitas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun