Mohon tunggu...
Mas Sam
Mas Sam Mohon Tunggu... Guru

Membaca tulisan, menulis bacaan !

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Membayangkan Rossi Naik Podium Bersama Dua Muridnya

15 September 2020   19:46 Diperbarui: 15 September 2020   19:51 35 10 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membayangkan Rossi Naik Podium Bersama Dua Muridnya
kompas.com

Sebuah kelengahan kecil yang dilakukan The Doctor, Valentino Rossi, membuyarkan mimpinya naik podium bersama dua muridnya Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia. Kalo saja 2 kilometer terakhir tidak disalip oleh joan Mir, Rossi akan mencatatkan namanya di ajang balapan motor  yang tidak akan terhapus sepanjang sejarah MotoGP.

Seperti sudah kita ketahui bahwasanya demi kecintaannya dengan dunia balap yang sudah membuat namanya melegenda di MotoGP, ia mendirikan akdemi VR46 yang khusus mendidik anak-anak muda berbakat memacu motor di lintasan sirkuit.  Raihan 9 gelar juara dunia dan julukan prestisius The Doctor menjadi jaminan kualitas jebolan akademi VR46.

Sebagai seorang guru saya bisa merasakan betapa bangganya Rossi dengan prestasi yang telah ditorehkan oleh dua muridnya itu di sirkuit San Marino, berkebetulan di markas sang legenda balap. Rasa bangga dan bahagianya tidak akan bisa diungkapkan dengan kata-kata dan tentu saja tidak ternilai harganya.

Kalo di dunia persilatan konon katanya hanya akan mengajarkan 99% jurus yang dikuasai sang mahaguru, maka saya yakin seyakin-yakinnya Rossi akan mewariskan ilmunya 100%. Adalah suatu kebanggaan tersendiri pula apabila seorang guru bisa melahirkan pembalap-pembalap yang akan merajai sirkuit balapan di masa depan. Rossi akan pensiun dengan tersenyum lebar melihat murid-muridnya satu persatu mencatatkan namanya di setiap sirkuit yang diikutinya.

Dengan dukungan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju bukan tidak mungkin catatan prestasi murid-muridnya Rossi akan lebih mentereng, sekalipun harus diakui akan sangat sulit melampaui catatan prestasi sang legenda valentino Rossi. Jalan ke arah sana sangat terbuka lebar.

Sudah biasa bagi seorang guru melihat muridnya mencapai prestasi dan kedudukan yang lebih tinggi serta harta kekayaan yang lebih melimpah. Gurunya seorang presiden atau seorang jendral yang memegang panglima angkatan suatu negara tetaplah seorang guru yang biasa saja. Sang guru tidak pernah mengharapkan balas budi dari para muridnya. Ia sudah cukup bangga melihat mantan murid-muridnya mencapai prestasi dan jabatan yang membanggakan.

#refleksidiri6

Jkt, 150920

VIDEO PILIHAN