Rudiyanto
Rudiyanto Guru Dan Kader JKN-KIS, TBC - HIV Kabupaten Brebes

Ya Allah mudahkanlah segala urusan ku

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Tahun Ajaran Baru, Peralatan Sekolah Baru, dan Orang Tua yang Menggerutu

2 Juli 2018   22:05 Diperbarui: 3 Juli 2018   10:17 3021 3 1
Tahun Ajaran Baru, Peralatan Sekolah Baru, dan Orang Tua yang Menggerutu
(kaltim.tribunnews.com)

Halo sahabat Kompasiana dimana pun berada, kali ini penulis diingatkan anak sendiri bahwa dirinya belum dibelikan seperangkat alat tulis. Kebetulan anakku, di tahun pelajaran 2018/2019 naik kelas VI ( enam ) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlabu Ulum Dukuhtengah, Ketanggungan, Brebes.

Penulis tergugah ingin sedikit menulis pandangan dan mengingatkan kembali kepada semua orang tua bahwa sesulit apapun keadaaan ekonomi kita, penuhilah hak anak kita untuk mendapatkan kebutuhan perlengkapan sekolah wajib kita belikan dan anak kita harus mendapatkan pendidikan yang layak agar kelak kedepan mereka menjadi harapan nusa dan bangsa, terutama agama di masa yang akan datang.

Hampir 17 hari lamanya kita telah meninggalkan hari yang sakral dan hari kemenangan umat Islam yakni hari raya Idul fitri 1439 H/ 2018 M, tentunya pada saat itu kita semua mengeluarkan dan untuk kebutuhan lebaran yang terbilang cukup besar. Dari mulai kebutuhan sandang pangan sampai kebutuhan papan untuk mempercantik rumah biar dilihat dan di pandang bagus juga memerlukan biaya yang tidak kecil.

Apalagi jika kita dianggap orang sukses oleh tetangga, para saudara dan kerabat kita pasti akan memberikan rezeki yang kita dapat untuk untuk di amalkan bagi yang tidak mampu. Tentunya ini juga banyak mengeluarkan banyak kocek dari dompet kita.

Tambahan lain yang membuat pusing kepala sampai stres tujuh keliling, adalah bagi mereka yang sudah memiliki anak yang akan masuk sekolah baru atau melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya atau anak yang naik kelas. Terlintaskan seperti apa mereka harus berpikir keras mengunakan uang dengan bijak untuk membeli kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak mereka di tahun ajaran baru ?

Banyak orang tua yang harus menjual barang-barang berharga atau aset lainnya, bahkan jika perlu berutang ke bank, agar anak-anak mereka tidak putus sekolah. Hal tersebut bisa saja terjadi karena mereka tidak memiliki simpanan uang atau tabungan.

Semua itu merupakan bukti bahwa betapa luar biasanya orang tua yang ingin melihat masa depan anaknya lebih baik dari keadaannya mereka sekarang, mereka sadar bahwa sekolah merupakan pintu gerbang menggapai cita-cita masa depan anak yang perlu diperjuangkan oleh setiap orang tua untuk anak tercinta.

Menyediakan pendidikan yang terbaik memang sudah jadi kewajiban setiap orang tua. Tapi ingat, tidak semua membeli hal-hal yang sebenarnya si anak belum butuh-butuh amat sudah dibelikan, ini semua banyak mengeluaran kas keluarga .

Selain pengeluaran jadi bengkak, membelikan hal-hal buat anak yang tidak sesuai dengan kebutuhan, justru nanti akan berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga.

Oleh karena itu penulis ingi sekali berbagi dengan para pembaca Kompasiana. Mulai mengubah mindset dengan memprioritaskan anggaran keuangan keluarga di tahun ajaran baru ini hanya untuk membeli kebutuhan seperlunya saja, yaitu :

1. Membeli Alat tulis

Kegiatan belajar-mengajar sudah pasti sangat membutuhkan peralatan tulis-menulis. Mulai dari buku tulis, pensil, pulpen, penggaris, rautan pensil, dan lainnya. Semua kebutuhan ini pasti setiap hari digunakan oleh para siswa. Jadi gak boleh ketinggalan, dan harus masuk daftar prioritas.

2. Membeli Seragam Sekolah

Sekolah di Indonesia memang mewajibkan semua pelajar menggunakan seragam. Manfaat mengenakan seragam itu sendiri banyak lho. Di antaranya untuk menunjukkan identitas sebagai pelajar dan menghindari kesenjangan sosial. Selain itu juga menanamkan nilai kedisiplinan dalam diri para pelajar.

Tapi, karena anak masih dalam masa pertumbuhan, sering kali seragam yang sudah ada jadi kekecilan atau gak muat lagi dipakai. Nah kalau ini yang terjadi, wajib deh beli seragam baru buat anak pas tahun ajaran baru.

3. Membeli Buku pelajaran

Gak mungkin anak-anak kita bisa belajar dengan optimal tanpa buku-buku pelajaran dong. Setiap tahun ajaran baru, catat dan cek ulang buku-buku pelajaran apa yang dibutuhkan oleh anak-anak di jenjang pendidikan selanjutnya.

4. Peralatan pendukung kegiatan ekstrakurikuler

Tahu kegiatan ekstrakurikuler atau yang bahasa kekiniannya biasa disebut ekskul dong? Kegiatan non-formal yang berada di bawah naungan sekolah ini ada di semua sekolah. Manfaatnya juga banyak lho buat para siswa.

Makanya, semua siswa diharapkan untuk mengikuti salah satu kegiatan ekskul sebagai penyeimbang kegiatan formal belajar di sekolah. Memang sih ikut ekstrakurikuler ini gak wajib, gak sedikit juga yang gak ikut karena merasa sudah lelah dengan aktivitas belajar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2