Mohon tunggu...
masrierie
masrierie Mohon Tunggu... suka menulis

sekedar berbagi

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

"Market" Handicraft Pertama di Kota Bandung

21 Maret 2019   10:00 Diperbarui: 16 Mei 2019   13:26 0 0 0 Mohon Tunggu...
"Market" Handicraft Pertama di Kota Bandung
Rupa Rupi, 'Pasar

Bandung  di hari kerja, di luar jam berangkat dan pulang kerja ,  tidaklah semacet jadwal tersebut. Juga tidak separah Sabtu Minggu atau hari libur. Waktunya wisata belanja . Sebagai i warga Bandung, akhir pekan  justru memilih di rumah,  wisata belanja mending di hari kerja begini. Menghindari kemacetan yang parah..... 

Teman saya  mengabarkan bahwa ia baru saja membuka outlet di Mall Tematik , 'Market'  Kerajinan Tangan pertama ada di Kota Bandung. Jadi penasaran untuk  sekedar cuci mata dan belanja di sana. 

Transportasi favorit saya, Public Transport. Kebetulan saya akan mengambil pesanan craft berupa sepatu  rajut , buatan teman saya tersebut yang menjual produknya di Rupa Rupi Handicraft Market, Jalan Jendral A Yani 837-843, Bandung 40125. Tepatnya di Cibeunying Kidul, Padasuka, Bandung Timur.  Begitu WA yang dikirimkannya kepada saya.

Lokasinya ujung timur jalan Jendral A Yani , tak jauh dari terminal Cicaheum Bandung.

Rupa Rupi Handicraft Market, Jalan Jend A Yani 837-843 Bandung. Dekat terminal Cicaheum
Rupa Rupi Handicraft Market, Jalan Jend A Yani 837-843 Bandung. Dekat terminal Cicaheum
Mall Tematik yang memasarkan Kerajinan tangan, batik, pakaian , dan karya-karya kreatif UMKM di Bandung (Dokpri)
Mall Tematik yang memasarkan Kerajinan tangan, batik, pakaian , dan karya-karya kreatif UMKM di Bandung (Dokpri)
Ini adalah Mall tematik, tempat belanja berbagai produk  Kerajinan tangan pertama di Bandung, yang baru saja diresmikan  oleh Ibu Atalia Ridwan Kamil. Selasa pagi, 26 Februari 2019 , lumayan Bandung agak cerah. Setelah menuntaskan beberapa urusan , saya memilih angkot Dipatiukur-Panghegar, bercat putih kuning.

Dengan ongkos yang murah meriah, hanya Rp 4.000,- dari Cicadas (Jalan Jendral A Yani  sebelah barat dekat persimpangan Jln Ibrahim Ajie /Kiaracondong).  Beberapa teman saya memilih naik Bus Kota, Damri , jurusan Cicaheum.

Sebetulnya kalau punya kenalan orang Bandung, sebaiknya  minta ditemani mengendarai angkot dan bus kota Damri (ini paling nyaman dan  murah). Jujur, saya  merasa nyaman naik kendaraan umum dibanding naik  roda dua  yang memicu adrenalin , menyelinap di antara belantara kemacetan Bandung. Atau fokus menyetir mobil, dan siap-siap terkaget-kaget oleh keajaiban roda dua yang  mendadak muncul di hadapan mobil.

Dalam perjalanan  menyusuri jalan Jendral A Yani , yang sebetulnya  ujung baratnya ada di Kosambi, pasar tradisional yang sudah  populer sejak dulu kala. Ada beberapa persimpangan  (jika dari arah Kosambi) yang bakal kita lewati. Perempatan jalan Jend A Yani -- Jalan Riau (Jln RE Martadinata). Perempatan jalan Jend A Yani dan Jalan Supratman . Ini memasuki kawasan Cicadas, juga memiliki pasar  jadul dan PKL di sisi utara . Selanjutnya akan ada persimpangan-persimpangan kecil.

Nah , letak @ruparupi_handicraftmarket , yang dikelola oleh ASEPHI Jabar ini di sebelah kiri jalan raya, jika menempuh jalan dari pusat kota Bandung. Kalau dari arah  timur/Cicaheum, posisinya di kanan jalan.

Rupa Rupi , handicraft dan kerajinan tangan , serta produk UMKM Kota Bandung, dikelola oleh ASEPHI Jabar (Dokpri)
Rupa Rupi , handicraft dan kerajinan tangan , serta produk UMKM Kota Bandung, dikelola oleh ASEPHI Jabar (Dokpri)
Ternyata gampang sekali , alamatnya mudah dicari, lokasinya di pinggiran jalan raya. Dilewati aneka jenis angkot, dan bus kota dan trans Metro Bandung. 

Begitu turun menyaksikan gedung megah yang baru saja dipugar ini, saya merasakan kesejukan  dan nyaman di indoor market ini. Outlet pertama yang saya datangi, ya  tentu saja yang menjual sepatu rajut pesanan. Setelah mengambil pesanan sepatu favorit, saya mulai menyusuri lorong-lorong yang bersih itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x