Mohon tunggu...
Ratman Aspari
Ratman Aspari Mohon Tunggu... Jurnalis - baca-tulis-traveling

abadikan hidupmu dengan menulis

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Dari dan Untuk Mahasiswa, Kementrian FPKM Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia Melalui Rangkaian Acara World Mental Health Month

27 November 2022   19:33 Diperbarui: 27 November 2022   19:35 236
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Siapa yang tidak mengenal kata passion? Setiap manusia pasti memiliki passion dalam hidupnya. Sayangnya, passion bukanlah suatu hal yang mudah ditemukan atau bisa saja sudah ditemukan, tetapi tidak disadari. Passion yang mudah menjadi bias menjadi salah satu alasan kesulitan tersebut. 

Kesulitan dalam pencarian passion seringkali membuat para siswa merasa kebingungan menentukan jurusan perkuliahan atau membuat beberapa mahasiswa merasa salah jurusan. Hal tersebut sangat mungkin menimbulkan perasaan stres, tidak bahagia, atau tidak nyaman selama menempuh pendidikan yang dapat berujung pada masalah kesehatan mental. 

Menyadari permasalahan tersebut, Kementerian Edukasi dan Pendampingan Kesehatan Mental (EPKM) Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) ITB menjadikan “Finding Our Passion” sebagai tema acara World Mental Health Month (WMHM) tahun ini. 

World Mental Health Month merupakan serangkaian acara yang diselenggarakan Kementerian EPKM untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada 10 Oktober lalu. Kegiatan ini  terdiri dari empat rangkaian acara, yaitu Mini Series “ALIVE”, Wawancara Dosen “PROVE”, Talkshow “CARE” X DITMAWA ITB, dan Wall of Confession.

Mini Series “ALIVE” merupakan serial pendek berjumlah tiga episode yang berkolaborasi bersama Ruang Film Bandung dalam proses pembuatannya. 

Mini Series “ALIVE” berkisah mengenai proses adaptasi mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITB di dunia universitas serta mahasiswa tingkat kedua yang baru memasuki jurusan. Mengangkat tema Finding Your Passion, Kementerian EPKM KM ITB ingin meningkatkan kesadaran para penonton akan isu kesehatan mental dan proses pengembangan diri mahasiswa. 

Mini series ini dikemas dengan menarik dan edukatif sehingga penonton yang menyaksikan tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga mendapat wawasan baru mengenai isu kesehatan mental. Mini Series “ALIVE” dapat disaksikan melalui kanal Youtube KM ITB atau tautan https://bit.ly/MiniSeriesALIVE

DOKPRI
DOKPRI

Selanjutnya, terdapat acara Wawancara Dosen “PROVE” dengan tema Fix Our Mindset. Dalam acara ini, anggota Kementerian EPKM melakukan wawancara kepada satu dosen dan enam mahasiswa ITB untuk mengetahui pandangan mereka terhadap isu kesehatan mental mahasiswa ITB sekaligus menyuarakan keresahan yang dirasakan mahasiswa ITB akan pengaruh perkuliahan bagi kesehatan mental. 

Beban akademik dan sosial dalam perkuliahan membuat mahasiswa kerap merasakan lelah secara fisik dan mental. Hal ini diperparah dengan kesulitan mereka dalam menyampaikan keluh kesah yang salah satunya dikarenakan kebingungan mencari tempat melepas stres dan perasaan. Wawancara Dosen “PROVE” dapat disaksikan melalui instagram @ganeshamentalcare atau tautan https://bit.ly/WawancaraProve

DOKPRI
DOKPRI
Oleh karena itu, Kementerian EPKM mengadakan acara Wall of Confessions,  sebuah papan dinding yang dibuat sebagai sarana mahasiswa mencurahkan segala keluh kesah dan perasaan yang sedang mereka rasakan. Caranya pun tidak sulit, hanya dengan menuliskan perasaan pada post-it yang sudah disediakan, lalu menempelkannya di papan yang ada. Kegiatan ini bersifat umum sehingga mahasiswa lain dapat membaca dan membalas pesan post-it yang telah ditempel dengan pesan atau kalimat positif.

DOKPRI
DOKPRI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun