Media

Kodim Bojoneoro Gelar Sosialisasi Binsiap Apwil dan Puanter

17 April 2018   16:32 Diperbarui: 17 April 2018   17:33 319 0 0
Kodim Bojoneoro Gelar Sosialisasi Binsiap Apwil dan Puanter
dokumentasi pribadi

BOJONEGORO, -     Bertempat di Gedung Ahmad Yani, Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto, S.Sos., membuka sosialisasi Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan (Binsiap Apwil) dan Kemampuan Teritorial (Puanter) Triwulan II Tahun 2018, Selasa (17/4/2018).

Kegiatan tersebut, diikuti 135 orang Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodim 0813 Bojonegoro, bertujuan agar para Babinsa mampu memahami tugas dan fungsi sebagai Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil).

Dalam sambutannya, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto, S.Sos., mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesiapan kewilayahan dan kemampuan teritorial, maka diperlukan kemampuan dan ilmu teritorial dalam melaksanakan tugas sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang saat ini.

"Karena Bintara Pembina Desa (Babinsa) merupakan garda terdepan dalam tugas kewilayahan bagi TNI-AD. Sehingga, Babinsa harus mampu membina kewilayahannya secara optimal, efektif dan efisien khususnya dilingkup Kodim 0813 Bojonegoro," ungkapnya.

Sementara, membawakan materi kemampuan teritorial dalam sosialisasi ini Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro Kapten Inf Musriyono mengatakan bahwa kemampuan yang harus dimiliki seorang Babinsa adalah 5 Kemampuan Teritorial yakni kemampuan temu cepat dan lapor cepat, Manajemen Teritorial, Penguasaan Wilayah, Pembinaan Perlawanan Rakyat, serta Kemampuan Komunikasi Sosial.

"Diharapkan, dengan memiliki kemampuan tersebut para Babinsa bisa lebih memahami tugas dan fungsi sebagai aparat kewilayahan. Dan tidak ragu dalam mengaplikasikannya dilapangan," terangnya.

Adapun materi selain kemampuan teritorial, dalam sosialisasi ini juga disampaikan materi sikap teritorial oleh Kapten Inf Jamari, materi metoda binter oleh Kapten Inf Ratik, serta materi penanggulangan bencana alam oleh Kapten Czi Sugeng dan materi penanganan teroris oleh Pasi Intel Kapten Inf Hari Warsono.