Mohon tunggu...
Mas Nawir
Mas Nawir Mohon Tunggu... Wiraswasta/Penulis lepas

Vlogger Blogger Youtuber

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kecantikan dan Seksualitas, Perempuan Tetap "Suka" Jadi Obyek?

7 Maret 2020   23:12 Diperbarui: 7 Maret 2020   23:28 151 8 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kecantikan dan Seksualitas, Perempuan Tetap "Suka" Jadi Obyek?
Diedit dari IG @tarabasro

Foto  seksi Tara Basro  dengan caption kekaguman seorang perempuan terhadap tubuhnya sendiri mendadak menyentak publik.

Sebagai penikmat media sosial saya melihat tak ada yang aneh dengan foto tersebut. Sebab di Instagram foto-foto sejenis banyak bertebaran unggahan yang  dipublish oleh para pengguna di seluruh dunia.

Kita yang tak peduli mendadak penasaran ingin melihat seberapa besar sensualitas yang ditunjukkan di foto ini,  sehingga membuat publik begitu heboh?

Perempuan muda dan dewasa,  apalagi bertubuh seksi selalu menjadi perhatian publik.  Apalagi bila punya keberanian berpose dan mau membagikannya ke media sosial.

Secara tidak langsung tindakan ini akan menyedot perhatian publik,  dan membuatnya tenar seketika.

Berbicara tentang perempuan seksi memang tidak akan pernah ada habisnya.  Sebab perempuan di masa ini sudah menjadi semacam komoditas yang secara tidak langsung akan memajukan ekonomi.

Nilai jual perempuan seksi sangat tinggi di pasaran bisnis,  sehingga para pengusaha memanfaatkan paras dan kemolekan perempuan untuk mendongkrak usahanya.  

Gemerlapnya dunia ini takkan berarti tanpa kehadiran perempuan seksi.  Sebab perhiasan dunia sudah ditetapkan dalam berbagai narasi agama,  dan syahwat terhadap perempuan menempati posisi  pertama.

Mempertontonkan lekuk tubuh dan keseksian memang masih dianggap tabu oleh sebagian kalangan.  Meskipun pada pribadi masing-masing,  keseksian seorang perempuan terap menjadi hiburan tersendiri.

Seorang laki-laki  secara alami memang memiliki kecenderungan terhadap perempuan. Apalagi perempuan muda dan seksi.  Sehingga dalam keseharian para lelaki mencari kesenangan dengan hal yang berhubungan dengan perempuan seksi.

Lihat saja pada era 90-an banyak majalah khusus pria yang beredar di pasaran yang mendapat tempat khusus para pria. Majalah Matra dan Popular adalah diantaranya. Dalam kedua majalah ini mempertontonkan sensualitas perempuan yang menampilkan tubuh seksi.

Di stasiun televisi swasta juga pernah menayangkan sensualitas perempuan bertajuk mata lelaki. Yang tayang di atas jam 11 malam bagi para lelaki.  Tak jauh beda dengan majalah Matra dan Popular acara televisi ini juga mempertontonkan keindahan  tubuh perempuan dan membahas tema seputar urusan birahi.

Dulu juga pernah viral di intenet,  seseorang yang ditengarai sebagai  anggota jaringan teroris kedapatan menyimpan ratusan film porno dalam laptopnya.  Padahal kesehariannya tampil memakai sorban dan jubah sebagai peningkatan percaya diri.

Perempuan-perempuan yang lari dari Indonesia ke Suriah,  juga dijadikan objek seksualitas. Bahkan mereka dianggap sebagai mesin pembuat anak.

Sesungguhnya daya tarik perempuan adalah hak suaminya.  Bukan malah menjadi konsumsi publik,  meskipun secara hak asasi seorang perempuan memiliki kebebasan penuh dalam mengeksplorasi bentuk tubuhnya.  

Mengagumi bagian-bagian tubuh sendiri adalah wajib. Sebab bagian tubuh yang indah adalah pemberian Tuhan yang  perlu disyukuri.  Dan berusaha merawatnya dengan sepenuh hati.

Perempuan-perempuan ingin selalu tampil menarik dan awet muda sehingga produk-produk  kecantikan laris dipasadan.  

Dari riasan wajah,  krim anti aging,  mata palsu,  alis palsu,  rambut palsu, rambut mata palsu, bokong palsu,  hingga payudara palsu.

Dulu waku saya kecil, di kampung kami sering datang rombongan ketoprak dari luar kota.  Saat melakonkan sebuah cerita para pemain berdandan di belakang panggung. Para perempuan dari sinden,  pemain sebagai tuan putri,  atau yang  berperan sebagai perempuan biasa berdandan dengan dengan merias wajah dan menyisipkan kain di payudara,  dan menambah kain di bagian bokong agar saat tampil dipanggung terlihat seksi.

Mengeksploitasi diri di manapun berada adalah hak setiap orang.  Bahkan saat tampil eksis di media sosial.  

Tapi yang  perlu dipahami adalah bagaimana setiap perempuan bisa berlaku bijak dalam bermedia sosial.  Pamer kecantikan tak ada yang melarang,  tapi bila sudah menjurus pada usaha pornografi tetap akan mendapatkan peringatan.  

Sebab penampilan wanita seksi di media sosial akan menimbulkan efek negatif bagi pemirsanya. Terlebih pemerintah saat ini sedang getol memerangi pornografi,  meskipun tak bisa secara menyeluruh.

Tapi setidaknya mengurangi sumber pengaruh pornografi tetaplah perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi.

Ini adalah cara kita menyikapi pornografi terkait postingan Tara Basro yang mendadak fenomenal.  Bahwa mengagumi tubuh sendiri tak perlu dengan memamerkan aurat tubuh.  Apalagi mengajak orang lain untuk mengagumi agar tertarik secara birahi.

Sebab kalau begitu caranya sama saja dengan setuju bahwa perempuan memang layak hanya sekedar objek seksualitas dalam rangka menaikkan fantasi.

Yang namanya laki-laki bejat itu lihat wajah kinclong sedikit saja kelaki-lakiannya sudah memberontak,  apalagi disuguhi foto syur yang  menggugah selera. Jadi seperti kucing dipamerin ikan bukan?

Pokoknya saat ini kondisi moralitas anak bangsa memang sedang gawat. Pemerkosaan,  pelecehan suksual juga sedang mewabah di mana-mana,  bahkan sampai dunia pendidikan ternoda karena pelakunya juga ada dari guru,  ustad,  bahkan  civitas academica.

Kalau postingan gambar seronok terus diproduksi,  tentu korban akan menjadi semakin banyak berjatuhan. Dan para perempuanlah yang  akan menjadi korban.  

Jadi wahai para perempuan,  masih ingin menjadi objek seksualitas kah?

VIDEO PILIHAN