Mohon tunggu...
Mas Nawir
Mas Nawir Mohon Tunggu... Wiraswasta/Penulis lepas

Vlogger Blogger Youtuber

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Bisakah Istri Selalu Berpenampilan Rapi dan Wangi?

3 Maret 2020   21:32 Diperbarui: 3 Maret 2020   21:40 49 3 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bisakah Istri Selalu Berpenampilan Rapi dan Wangi?
Ilustrasi pixabay

Para lelaki sering mengeluhkan kondisi istri di era kekinian.  Di rumah nglemprot dan acak-acakan. Tapi kalau mau pergi, dandan saja dari subuh sampai matahari  terbit belum kelar.

Apalagi yang  punya bayi,  jangan harap bisa tampil rapi.  Kesibukannya merawat bayi seperti membuatnya tak punya waktu menghias diri.

Tapi sebenarnya ini masalah sepele,  yang tak perlu dibesar-besarkan. Sebab seorang istri apalagi  yang punya bayi harus mencurahkan semua waktunya untuk si bayi.  

Mau rumah berantakan,  mau belum masak,  suami harus tanggap membantu kesulitan istri.  Bukan hanya protes dan merajuk  seperti bayi.

Dalam Islam  istri  ditempatkan dalam posisi mulia melayani suami.  Dalil tentang  ketaatan istri diberlakukan tanpa posisi tawar.  Istri yang  taat  surga upahnya.  Sedangkan istri yang  membangkang neraka balasannya.

Kata siapa kegiatan perempuan hanya seputar sumur kasur dan dapur?  

Saya juga bingung bagaimana harus menerjemahkan ungkapan ini. Sebab perempuan bisa tampil di manapun yang  penting atas ridha suami.

Ketaatan istri terhadap suami adalah mutlak.  Bukan karena apa,  sebab suami bertanggung  jawab penuh atas semua aktifitas istri di hadapan Allah.  Melenceng sedikit dari ketentuan maka laknatlah yang  akan menimpa.  

Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.  (al-hadits)

Seorang istri diperbolehkan  tampil  secara publik di panggung sosial.  Menjadi pemimpin negara,  pemimpin perusahaan, guru,  pedagang,  polisi,  tentara,  atau apapun bidang yang  diminati.

Tapi tetap tak boleh lupa bahwa ia adalah istri dari seorang suami. Ibu dari anak-anak yang  dilahirkannya.  Sehingga sesibuk apapun ia di luar sana.  Tetap tak boleh mengesampingkan keluarga. Apalagi menyepelekan suami.

Tak ada suami Yang rela bila istrinya dilecehkan atau direndahkan oleh pria lain di luar sana.  Sebab sebuah kehormatan keluarga layak dipertahankan.  Jangan sampai ternoda oleh perbuatan hina,  merendahkan wanita walau sekedar maksud  bercengkerama dan mencari kesenangan.

Ajaran Islam yang sebenarnya luwes dan lentur seringkali  dibawakan secara kaku oleh penganutnya.  Sehingga yang  timbul adalah kecemasan dan ketidakpuasan saat menghadapi sebuah hukum agama.  

Sebenarnya agama dibuat agar manusia mampu mengamalkannya.  Sebisanya,  bukan semaunya.  Yang penting tetap melaksanakan apa yang  diperintah agama sehingga akan wujud para penganut yang  memiliki ketaatan tanpa reserve,  dengan niat mengamalkan agama sebaik-baiknya.

Kembali kepada soal hubungan istri dengan suaminya. Sesungguhnya tugas utama istri adalah taat dan melayani suami dengan sebaik-baiknya.


Sehingga dalam Islam pekerjaan rumah tangga itu sebenarnya bukan tugas istri,  melainkan tugas suami. Memasak, mencuci dan segala urusan rumah tangga.  Kalau tak mampu melakukan sendiri,  ada pembantu yang  bisa dibayar untuk melayani.  

Tapi bila istri   bisa melakukan semua pekerjaan rumah tangga,  maka pahala kebaikan berlipat ganda.  Mencuci baju suaminya saja,  akan mendapat pahala 10 kebaikan dari setiap serat kainnya.  Menyapu rumah akan mendapatkan pahala sebagaimana menyapu baitullah.  

Bahkan istri yang  melahirkan anak,  pahalanya memenuhi langit dan bumi. Dan mendapatkan pahala syahid bila ia meninggal saat melahirkan.

Menyusui pun sebenarnya bukan tugas istri. Sehingga ada istilah rodho'ah  atau saudara sepersusuan.

Ini bukan bahan ceramah atau pengajian tapi sebagai sebuah wawasan agar para istri menyadari perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga.  Agar cita-cita pernikahan  sakinah mawaddah wa rohmah bisa terwujud.

Intinya kalau suami ingin istrinya selalu tampil rapi dan wangi,  jangan dong  dibebani yang  pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak.  Tapi jadikan ia ratu dalam rumahnya. Penuhi segala keperluannya. Belikan istri segala keperluan agar ia bisa tampil sesuai keinginan suami.  

Tapi bila suami hanyalah lelaki sederhana,  yang  punya penghasilan tak seberapa,  sementara di rumah banyak pekerjaan mengurus anak dan segala macam tugas rumah tangga.  

Maka kalau hal semacam itu terjadi ya diterima saja bila istri tak bisa berpenampilan sempurna. Badan gembrot setelah melahirkan anak pertama, bahkan tak sempat mandi atau menyapukan bedak ke wajahnya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x