Mohon tunggu...
Mas Nawir
Mas Nawir Mohon Tunggu... Wiraswasta/Penulis lepas

Vlogger Blogger Youtuber

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Sawut, Camilan Nikmat Klangenan Simbah

14 Februari 2020   23:38 Diperbarui: 14 Februari 2020   23:47 13 5 1 Mohon Tunggu...
Sawut,  Camilan Nikmat Klangenan Simbah
Ilustrasi resepmakananenak.com

Istri saya punya simbah.  Namanya Mbah Ragum.  Gigi beliau sudah habis  tanggal karena usia. Tapi tenaganya luar biasa.  Mandi jarang pakai sabun. Tapi tubuhnya harum.  Padahal aktifitasnya bejibun dari bangun tidur sampai tidur lagi. Beliau tak pernah berhenti bergerak,  bahkan sampai ajal menjemputnya,  beliau masih terus memegang pekerjaan rumah apa saja.  

Yang paling spesial, mbah Ragum sangat pandai membuat sawut.  Makanan ketela yang  diparut seperti mie pipih  kwi tiaw berbentuk kotak dan panjang. Taburan gula jawa berwarna kecokelatan membuat makanan ini sangat nikmat disantap pada saat apa saja.

Cara membuatnya,  setelah dikupas,  ketela dipotong-potong kira-kira  panjang 10cm. Lalu diparut menggunakan alat khusus yang  banyak tersedia di pasaran.  Diparut dengan alat ini ketela akan keluar dalam bentuk panjang sesuai ukuran dan pipih seperti mie goreng.

Dalam loyang blirik mbah Ragum menaruh ketela yang  telah diparut,  dialasi dengan daun pisang,  sedikit garam dicampurkan untuk memperkaya rasa,  dan taburan gula jawa yang  telah diiris lembut menjadi toping  sekaligus perasa manis alami.

Mbah Ragum mengukus tidak terlalu lama.  Sebab memasukkan loyang ke dalam panci memang menunggu kalau airnya sudah mendidih.

Setelah panci ditutup,  tak sampai 5 menit,  dan taraaa... Sawut sudah matang sempurna wujud seperti keju parut dengan warna gula jawa meleleh yang  menggugah selera.

Sawut buatan mbah Ragum sangat enak dinikmati kapan saja. Pagi,  siang maupun malam.  Bahkan kondisi panas atau dingin tetap enak disantap.

Sesekali istri saya juga membuatkan untuk camilan kami sekeluarga,  sawut buatan istri saya nyaris mirip buatan mbah Ragum,  karena ia memang neneknya.

Hari ini orang membuat sawut dengan berbagai kreasi. Dihias dengan warna-warni,  bahkan keju parut dan cokelat manis sebagai daya tarik pembeli.

Sawut tak hanya hadir di gubuk-gubuk orang kampung.  Bahkan di gedung-gedung indah penduduk kota.

Saya suka menonton kalau mbah Ragum mengunyah sawut,  mulut dan pipinya bergoyang kiri dan kanan.  Maklum hampir semua giginya sudah tanggal.  Tapi beliau tetap manis kalau tertawa.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x