Mohon tunggu...
Lucky Akbar
Lucky Akbar Mohon Tunggu... Setia pada proses

Semoga manfaat

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Bakat Itu Bisa Di Buat

3 Desember 2019   17:59 Diperbarui: 3 Desember 2019   18:47 0 0 0 Mohon Tunggu...
Bakat Itu Bisa Di Buat
Pixabay.com

Seandainya kita lahir tidak memiliki bakat, apa yang kita lakukan agar kita bisa memilikinya?
Satu aja jawabannya. Adalah "Ketekunan".
Yab, cukup dengan "Ketekunan"

Dan pada saat sedang berproses guna ingin memiliki suatu bakat tertentu, ingatlah kembali, bahwasanya tidak ada suatu hal yang bisa digapai dengan cara instan. Paling tidak bagi saya.

Sebab untuk membikin mie instan saja kita tidak bisa dengan cara instan. Ya tetap melalui proses-proses.
Jadi dari proses inilah kemudian muncul wejangan yang berbunyi,"kudu setia pada proses".

Baik nanti semisal menemui keputusasaan, kejenuhan atau juga kelelahan di tengah jalan. Manusia tentu sudah mempunyai cara-cara terbaiknya masing-masing guna mengatasi itu semua.

Kita ambil contoh, misal pada awal-awal anda ingin mempunyai bakat jadi penulis, kemudian anda berani berposes, berproses sekitar 4,5 atau enam tahun lamanya, dan tidak terasa lambat laun anda telah berproses, anda sudah berhasil membikin beberapa karya tulisan dan berhasil anda bukukan.

Selanjutnya mungkin anda akan terkendala soal bagaimana cara menerbitkan buku anda, tetapi anda tidak mau pusing, misal kemudian anda berinisiatif membikin suatu kelompok perkumpulan orang-orang atau komunitas yang sepemikiran dengan anda, kemudian dari perkumpulan atau komunitas inilah lambat laun kekurangan biaya untuk mencetak buku juga bagaimana cara memasarkan buku, semua sudah tidak menjadi kendala lagi bagi anda. Alhasil rupanya setelah beberapa kurun waktu berproses lagi, laku juga karya buku anda dan ada yang beli.

Namun, hal ini semata-mata sejatinya bukan bentuk hasil, semisal anda berhasil mendapatkan keuntungan dari menulis.
melainkan tetap bentuk dari proses itu tadi.

Dan saya kira cukup sampai disini dulu, guna untuk menambah bahan baku penyemangat juga pengingat pada saat menjalani proses, saya tutup tulisan di atas dengan kalimat penutup sederhana sebagai berikut;

"Tetap jaga nyala api semangat kalian dalam berproses, jangan sampai terlalu redup atau terlalu terang biasa-biasa aja, yang penting konsisten, jagalah nyala api itu agar tak padam. Sesekali bisa ngopi dulu biar nda jenuh, bisa rebahan dulu untuk mengurangi lelah, kemudian lagi, lanjut lagi menjalani proses-proses selanjutnya"


Lucky akbar
Kediri, 03/12/19

VIDEO PILIHAN