MJK Riau
MJK Riau Pangsiunan pegawai negeri sipil

Lahir di Jogja, Merantau di Riau

Selanjutnya

Tutup

Politik

Nasehat Joko Tingkir untuk Ahok

24 April 2019   17:21 Diperbarui: 24 April 2019   17:45 140 0 0

Saat Ahok masih gilang gemilang, menjadi Gubernur DKI. Joko Tingkir pernah memberi nasehat kepada Ahok. Nasehat itu mungkin saja tidak didengarkan oleh Ahok. Namun  waktu kemudian menjadi saksi, bahwa nasehat untuk Ahok itu masih dapat dibuka kembali pada jejak digital. 

Nasehat untuk Ahok itu terdapat pada postingan Bagusnya Ahok Nonton IP Man 3 dan Gods of Egypt. Film IP Man 3 sangat bagus untuk dijadikan nasehat untuk Ahok saat itu. Bagaimana IP Man tidak ingin menggunakan kekuatannya hanya untuk bertanding menghadapi lawan yang menantangnya, untuk duel, dalam rangka penentuan Jagoan Terhebat. IP Man lebih mementingkan hubungan dengan orang-orang terdekat, pada saat mereka membutuhkan. Ambisi IP Man untuk menjadi yang terhebat tidak muncul. IP Man, tidak ingin bertanding pada duel untuk pertarungan demi gengsi. Namun IP  Man, mau mengadakan duel, tanpa penonton, yang akhirnya menang dari tokoh terhebat.

Begitu juga halnya dengan film God's of Egypt. Nasehat untuk Ahok untuk muncul dari pesan bahwa pada Gods of Egypt, ambisi seseorang untuk berkuasa, bahkan sampai harus membunuh God's yang dipercaya. Dengan musnahnya God's yang dipercaya, akan dapat menggenggam kekuasaan dan tidak ada lagi yang perlu ditakuti.  

Namun justru dari God's of Egypt, dapat diketahui bahwa bukan saja kekuasaan itu dapat membakar. Namun pesan yang muncul adalah hanya dengan melindungi rakyat jelata, memenuhi janji yang terucap, dapat memunculkan kekuatan yang paling dahsyat. Joko Tingkir saat itu berharap, Ahok mau nonton IP Man 3 dan God's of Egypt untuk mendapat manfaat dalam perjuangan Pilkada DKI. 

Nasehat untuk Ahok juga muncul pada postingan The Vajra of Ahok. Vajra merupakan suatu kekuatan yang begitu besar dan hebat, bahkan boleh dikatakan tidak terkalahkan. Kekuatan besar dan hebat bahkan tidak terkalahkan itu sudah dimiliki Ahok menjelang Pilkada DKI, dengan diperolehnya dukungan Mega dan PDIP dalam pencalonan Ahok sebagai Cagub DKI. Namun layaknya Vajra, bagi sosok yang sudah memilikinya, Vajra mempunyai kelemahan yang tanpa disadari oleh yang memiliki kekuatan Vajra. Kekuatan yang berhubungan dengan sesuatu yang vital.  Kita ketahui bersama mengapa the Vajra of Ahok , bukan menjadi kekuatan yang tidak terkalahkan, namun bahkan menjadi kelemahan Ahok.