MJK Riau
MJK Riau pegawai negeri

Lahir di Jogja, Merantau di Riau

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Meriam London Kandaskan Mimpi Mou ke Lantai 6, MU-Arsenal Draw

7 Desember 2018   08:01 Diperbarui: 7 Desember 2018   09:02 279 2 0
Meriam London Kandaskan Mimpi Mou ke Lantai 6, MU-Arsenal Draw
sumber foto : detik.com

Meriam London Kandaskan Mimpi Mou ke Lantai 6: MU-Arsenal Draw

Setelah kesleo bicara tentang keajaiban yang dapat membawa MU ke the big four, Mou mulai berpikir bahwa MU akan mampu finish di posisi 6 Liga Primer Inggris. Menurut Mou, MU akan berada di posisi 6 besar dan tidak akan berada di bawah Everton.

Posisi 5 besar Liga Primer Inggris, saat ini memang masih bergolak. City dan Liverpool bersaing ketat dengan catatan belum terkalahkan sampai laga ke-15. Chelsea yang tadinya sempat berada di posisi Segitiga Bermuda Liga Primer Inggris, kandas oleh Topan Halilintar Spurs. 

Laju impresif magic Sarri ball Chelsea tiba-tiba terhenti oleh gulungan topan Halilintar Spurs. Chelsea, Spurs dan Arsenal kemudian membentuk Segitiga Bermuda lapis dua di Liga Primer Inggris dengan posisi 3-4-5 klasemen sementara.

Laju impresif Spurs juga terhenti ketika melawat ke Etihad Stadium, kandang Arsenal. Arsenal seakan mewakili klub Inggris yang haus kemenangan. Baik Magic Sarri ball Chelsea mau pun Arsenal menjadi penantang baru pada posisi elit the big four Liga Primer Inggris. 

Klub klub lain yang akan mencoba masuk, walaupun hanya sekedar ingin menengok lantai dasar the big four Liga Primer Inggris akan menghadapi handangan dari Segitiga Bermuda lapis dua Liga Primer Inggris ini.

Sadar kalau potensi Segitiga Bermuda lapis dua ini begitu sulit ditembus, Mou pun kesleo perlu keajaiban untu membawa MU ke the big four. Mou yang dianggap mendapat kesepakatan baru setelah dianggap berhasil membawa MU ke Langit Lapis Tujuh, diberi mandat untuk membawa MU ke lantai dasar the big four

Namun melihat performa Spurs, Chelsea dan Arsenal yang begitu mentereng di Liga Primer Inggris, Mou mulai menurunkan standar target pencapaian MU. Tragis.

Dengan Sarri manajer baru Chelsea, Mou pernah bilang tidak mengenalnya, saat Mou berada di Serie A. Dengan Emery, setelah dari PSG kemudian masuk ke menjadi manajer Arsenal, Mou hanya bilang setiap manajer  ingin masuk ke Liga Primer Inggris. Kini Sarri maupun Emery mampu membawa klubnya masing-masing, Chelsea dan Arsenal, bersama Spurs membentuk Segitiga Bermuda lapis dua Liga Primer Inggris. 

Apalagi setelah MU hanya mampu meraih hasil draw, ketika menjamu Arsenal di Old Trafford, kandang MU. Hasil yang hanya membuktikan bahwa laju impresif Arsenal, memang sulit diimbangi MU. 

Mou bahkan hanya berpikir  untuk membawa MU, berada di posisi 6 klasemen Liga Primer Inggris. Sungguh suatu hal yang tragis bagi MU.

Berbagai cara sudah ditempuh Mou, supaya secara pragmatis Mou dapat berhubungan dengan MU. Ada "moral hazard" pragmatisme Mou bukan saja dalam adu taktik dan strategi di lapangan hijau tetapi juga dalam perundingan fee contract, jika terjadi pemutusan hubungan sepihak MU kepada Mou. 

Namun apakah sampai segitunya hubungan yang terjadi antara MU dan Mou. Ada apa dengan Mou dan MU ?