Mohon tunggu...
Wijanarko Dwi Utomo
Wijanarko Dwi Utomo Mohon Tunggu... wirausaha -

Seorang anak lelaki, seorang suami dan seorang ayah, yang punya banyak dosa, dan mencoba untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Blogger, Bitcoin Miner, Bekerja dari rumah memanfaatkan teknologi internet.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Hanya Sebuah Sudut Pandang Lain...

21 Desember 2015   04:11 Diperbarui: 21 Desember 2015   05:09 26
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Tulisan ini saya buat untuk memberitahukan kepada para pembaca bahwa selama kita hidup dan mau berusaha, akan selalu ada jalan keluar untuk masalah yang kita hadapi. Tidak peduli berapa banyak kesalahan yang kita perbuat sepanjang perjalanan itu. Allah selalu memberikan kesempatan pada hamba-NYA untuk kembali bersimpuh dalam pelukan-NYA.

Berapa banyak dari para pembaca yang bekerja sebagai pegawai saat ini yang memiliki impian untuk sukses di masa depan, punya banyak waktu dan uang yang cukup untuk dinikmati bersama orang-orang dekat tercinta.

Berapa banyak dari pembaca yang bekerja sebagai pegawai saat ini yang memiliki kekhawatiran akan kehilangan pekerjaannya suatu saat di masa yang akan datang karena pengaruh tekanan ekonomi dan politik yang melanda negeri ini.

Berapa banyak dari pembaca yang bekerja sebagai pegawai saat ini yang memiliki keinginan menggebu untuk berwirausaha secara mandiri, namun belum mengetahui cara dan belum memiliki keberanian untuk memulainya.

Bisa dilihat bahwa setiap orang memiliki tantangan kehidupannya masing-masing. Pada kesempatan ini ijinkan Saya untuk berbagi pengalaman diri.
Mari kita mulai...

Sejak duduk di bangku SMA saya memiliki gambaran tentang sebuah kehidupan yang kelak ingin saya jalankan di masa depan. Kala itu saya merasa, alangkah nikmatnya hidup bila saya mampu hidup di sebuah tempat yang tenang, melakukan kegiatan sehari-hari yang menyenangkan tanpa perlu khawatir akan adanya deadline, tuntutan tugas atau pengawasan BOS, dan tanpa khawatir memikirkan hari ini saya dapat uang dari mana untuk makan. Kehidupan yang mengalir dan dengan penuh kesadaran dapat kita nikmati dan syukuri.

Kalau kita bersama kenyataan hidup sekarang, rasanya sulit ya memiliki kehidupan yang demikian. Namun demikian saya tetap menyimpan gambaran itu dalam alam bawah sadar. Hingga tahun 2014, 19 tahun sejak saya menyimpan gambaran tersebut, saya memutuskan untuk mewujudkannya. Saya berpikir bahwa untuk mewujudkan gambaran tersebut tidak mungkin dilakukan oleh saya yang bekerja sebagai pegawai. Tidak akan pernah mungkin karena pegawai itu pada dasarnya adalah seseorang yang terbelenggu. Tidak ada jalan, untuk bebas, maka saya harus melepas belenggu saya. Saya pun mengundurkan dari pekerjaan saya mencoba hidup mandiri dengan berwirausaha.

Sebuah langkah yang sangat berani dan beresiko tinggi. Jujur saya katakan bahwa satu tahun pertama pasca keputusan tersebut, adalah masa yang luar biasa mendebarkan, jantung ini rasanya dibuat berdebar-debar setiap saat manakala memeriksa tanggal-tanggal jatuh tempo bulanan. Hidup terus berjalan, tagihan-tagihan selalu muncul tepat waktu tanpa pernah permisi. Otak saya terus berputar dibuatnya, memikirkan bagaimana caranya membayar tagihan-tagihan itu. Alternatif solusi pun bermunculan, mulai dari opsi ilegal hingga yang legal. Disini kekuatan batin kita diuji, sanggupkan kita tetap berada dalam jalur yang benar.

Sayang sekali saya gagal mempertahankan jalur, saya pun keluar jalur. Namun beruntung, Allah segera memberi peringatan dan mengembalikan saya kepada jalur yang benar. Sungguh sebuah perasaan yang sangat tidak nyaman berada di jalur yang salah.

Dari sekian banyak persoalan-persoalan yang saya hadapi sepanjang 2014 - 2015, mulai dari cicilan KPR yang terlambat bayar, tagihan kartu kredit yang tidak bisa saya bayar tepat waktu, pengeluaran rutin bulanan, satu per satu mulai dapat saya atasi meskipun pada saat-saat tersulit istri saya tercinta mengulurkan bantuannya. *Terima kasih Bu!
Berapa banyak dari para pembaca yang sampai saat ini percaya bahwa untuk memiliki kehidupan yang baik di masa depan, seseorang harus bekerja keras, baik sebagai pegawai maupun sebagai wirausahawan. Jika tidak maka habislah ia.
Keyakinan itu tidak sepenuhnya benar, tahukah anda bahwa ketika ada kelompok orang yang bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup, ternyata ada kelompok lain yang bekerja santai namun tetap mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup. Kelompok kedua ini seringkali dipandang rendah oleh kelompok pertama, karena pemahaman yang telah terbentuk sejak lama bahwa untuk berhasil kita harus bekerja keras.

Dalam hidup ini selalu ada prinsip-prinsip universal yang tidak mungkin kita lawan, namun selalu ada cara baru yang berbeda untuk meraih hal yang sama bahkan lebih. Untuk memahami cara baru tersebut, kita berani berpikir di luar kotak dan berani menguji pemikiran baru tersebut. Jika anda berani mencoba, hasilnya bisa jadi sangat luar biasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun