Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Agama ke Tujuh

13 Februari 2021   23:45 Diperbarui: 14 Februari 2021   17:12 257 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Agama ke Tujuh
Cover album Metallica yang dirilis pada 1988, (vintageheavymetal.com)

Suspicion is your name
Your honesty to blame
Put dignity to shame dishonor

Penggalan kalimat di atas adalah bait awal lagu berjudul "The Shortest Straw" yang dilantunkan band trash metal asal Amerika Serikat (AS), Metallica.

Lirik lagu itu dilatarbelakangi suasana pasca Perang Dunia ke-2 di AS. Kontrakomunisme yang dilancarkan pemerintah memunculkan daftar hitam orang-orang yang dianggap pro radikalisme kiri pada dekade 1950-an. Saat itu, orang dengan mudah diberi label pendukung ideologi komunis hanya karena tak mendukung pemerintah.*

Jika lagu itu menyuratkan serangan sepihak penguasa kepada suspect pro komunisme yang notabene warga negara, di negara kita justru sebaliknya. 

Banyak narasi liar berterbangan yang pada intinya memposisikan penguasa sebagai agen komunisme. 

Tudingan itu lalu disinergikan dengan tindakan yang dinilai menyisihkan atau memberangus gerakan-gerakan berbau kanan. Klop dengan narasi komunis, ateis dan anti agama. Dan logika itu pun masuk ke relung-relung pikiran khalayak.

Ditambah lagi dengan perlakuan yang dilihat sebagai tebang pilih aparat terhadap berbagai kasus yang melibatkan mereka. Kelompok ini makin yakin dalam paparannya bahwa rejim ini bukanlah tempat yang tepat untuk memberikan dukungan.

Di lain pihak, golongan yang kontra akan gerakan itu pun mengkristal. Bukan berasal dari penguasa melainkan sesama penduduk negeri. Kelompok ini mengangkat tema anti radikalisme dalam sepak terjangnya. Bagi golongan ini, radikalisme berbalut agama ditempatkan sebagai sebuah gerakan yang lebih membahayakan.

Logikanya sederhana. Di tengah masyarakat kita, segala hal yang berbau dogma agama akan mendapatkan sambutan meriah. Terlepas dari benar atau tidaknya muatan yang disampaikan. 

Lempar kritik, argumen bahkan cercaan luas membahana. Diperlancar dengan kemudahan dalam sarana mengeluarkan pendapat dan cara berkomunikasi. 

Kebenaran dan kebohongan pun tercurah ke dalam sebuah wadah besar informasi yang menyulitkan orang untuk membedakan ke duanya. Meski kebohongan tak selalu disengaja karena ia bisa berasal dari praduga bersalah, tetap saja pada akhirnya ia adalah sampah informasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x