Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mama, Aku Lihat Sesuatu di Kamar Kedua [2]

3 Oktober 2020   23:27 Diperbarui: 5 Oktober 2020   22:02 192 11 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mama, Aku Lihat Sesuatu di Kamar Kedua [2]
Foto www.thechronicle.co.au

Selama ini aku hanya mendengar cerita tentang keberadaan sosok wanita di salah satu sudut rumah tetangga itu dari istriku semata. Itu pun dia dengar dari tetanggaku yang lain. Tapi malam itu, temanku yang baru pertama kali main ke rumah pun mengatakan hal senada. Sambil mengarahkan telunjuknya ke tempat yang sama, ia berkata ,"Tuh, dia lagi di atas!"

Episod sebelumnya ...

Selamat Tinggal Kontrakan dengan Segala Isinya
Setelah mendengar saran dari orang tua, kami pun memutuskan untuk membeli sebuah rumah. Waktu itu hampir setahun lamanya kami mengontrak rumah di Cawang. Daripada mengeluarkan 15 juta rupiah setiap tahun, mending beli rumah saja dengan tabungan yang ada. Begitu saran ibuku 7 tahun yang lalu.

Akhirnya sebuah rumah bekas pun terbeli. Kecil memang, tapi cukuplah bagi sebuah keluarga kecil. Baru setahun ditempati oleh pemilik sebelumnya, jadi masih lumayan baru. 

Sepekan setelah masa kontrakan habis, kami pun meninggalkan kontrakan dalam suasana kosong seperti semula. Kosong namun "berisi".

Rumah baru tapi bekasku ini terletak di sudut perumahan kampung. Di sebelah kanan atau di balik dinding kamar tidur terhampar lahan kosong milik sebuah pengembang, sementara sisi belakang adalah sebuah kebun pisang milik tetangga yang kerap dipanggil pak Ustaz.

Kami pindah ke rumah ini saat si sulung berumur 3 bulan. Kini, rumah kami tak berada di sudut kampung lagi. Sebab perumahan baru telah lahir selama 4,5 tahun belakangan ini. 

Meski begitu, di malam hari lingkungan di sini tetap saja sepi. Terutama karena 3 rumah di depanku kini tak lagi berpenghuni atau jarang ditempati.

Suara tak Berujud dan Ujud tak Bersuara
Malam itu aku terjaga dari tidur. Aku lupa tepatnya jam berapa. Mungkin sudah lepas tengah malam. Kuperhatikan, istri dan anakku masih terlena dalam tidurnya.

Dalam penantian akan datangnya rasa kantuk gelombang ke dua, aku tersentak oleh suara kunci almari pakaian. "Ceklek!", suaranya persis seperti saat ia akan dibuka. Tapi oleh siapa?

Temaram cahaya kamar membatasi pandanganku untuk melihat sekeliling. Yang pasti aku tak berharap akan kejadian yang tidak-tidak. Malam pun berlalu dan berganti pagi. Kejadian itu kusampaikan istri setelah beberapa hari kemudian. Dan dia merespon ala kadarnya dan dengan biasa saja. 

Suatu ketika aku kedatangan seorang teman. Teman satu ini nampaknya punya indera ke enam. Sama sepertiku, selain ke lima inderaku, aku pun memiliki indera ke enam yang tercetak di KTP-ku, Ahmad Indra tepatnya..hehe.

Beberapa lama kami bercakap, dari masalah unjuk rasa 212 hingga hal-hal yang berbau supranatural. Ia sendiri punya banyak pengalaman dengan kejadian-kejadian metafisik. Dari diisengi makhluk di kantornya sampai di rumah petak yang ia tinggali sendirian karena istri dan anaknya pulang ke Boyolali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x