Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Administrasi - Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

MotoGP: Fabio Quartararo, Anti Marquez yang Wajib Dicemaskan Honda

26 Juli 2020   22:28 Diperbarui: 28 Juli 2020   00:44 334
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fabio Quartararo I MotoGP.com

Dua kali race, dua kemenangan. Hari ini (26/07), Fabio Quartararo untuk ke dua kalinya memenangkan race di sirkuit Jerez, Spanyol. Dua kali pula pebalap satelit menjadi kampiun dan menyisihkan para pebalap pabrikan. 

Quartararo, Penerus Rossi?

Melalui kemenangannya di seri 1 pekan lalu, El Diablo mencatatkan diri ke dalam daftar 10 pebalap termuda yang menjadi kampiun di kelas utama grandprix motor. 

Saat ini Marc Marquez masih menjadi pemimpin dalam rekor ini. Pada 2013, the Baby Alien masih berumur 20 hari 63 hari saat menang di GP Amerika Serikat. Dari daftar 10 pebalap termuda itu, hanya 3 pebalap yang masih aktif membalap. Dan Quartararo berada di depan Rossi yang menduduki posisi ke-9. Saat menguasai podium 1 di GP Inggris pada 2000, the Doctor menginjak usia 21 tahun 144 hari.

Debut Quartararo di 2019 cukup memberikan gambaran bahwa ia memiliki masa depan cerah di MotoGP. Dan pintu telah terbuka lebar baginya saat tim pabrikan Yamaha menggelarkan karpet merah baginya.

Berada tim satelit bukan berarti menahan performanya untuk menjadi aral bagi Marc Marquez dalam mempertahankan gelarnya. Terbukti, hingga seri ke-2 musim 2020 ia memimpin kejuaraan dengan keunggulan 10 poin dari calon rekan setimnya, Maverick Vinales dan 24 poin dari runner up tahun lalu, Andrea Dovizioso.

Mendapatkan motor dengan spesifikasi pabrikan, Quartararo nampak lebih perkasa dari Rossi dan Vinales. Melintasi garis finish dengan selisih 4 koma sekian detik di depan Vinales yang menjadi runner up selama 2 seri cukup memperlihatkan hal itu. 

Fenomena itu seperti melihat Rossi pada musim 2001. Meski kala itu ia tak membela tim pabrikan Honda --Repsol Honda Team-- namun justru dirinyalah yang menjadi penyelamat supremasi Honda di kelas utama. 

Selama dua tahun (2000 dan 2001), Repsol Honda justru babak belur diasapi Suzuki dan Yamaha. Performa Rossi itu dimungkinkan oleh sokongan Honda terhadap tim Nastro Azurro melalui motor yang sama dengan motor pabrikan. Sebab merekrut Rossi pada 2000 sudah tak mungkin lagi, karena slot Repsol Honda Team sudah diisi oleh Alex Criville, Tadayuki Okada dan Sete Gibernau.

Tahun Ini Atau Tertunda

Cidera yang dialami Marquez akhirnya mengurungkan keikutsertaannya di GP Andalucia. Pasca cidera Marquez pekan lalu, bos Repsol Honda Alberto Puig melontarkan pernyataan kepada para pesaing Marquez yang mungkin akan menjadi juara dunia pada musim ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun