Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar Kebersamaan dari Israel

27 Maret 2020   23:10 Diperbarui: 30 Maret 2020   14:33 122 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Kebersamaan dari Israel
Petugas medik Israel, Avraham Mintz yang Yahudi dan Zoher Abu Jama yang beragama Islam sedang menjalankan ibadahnya masing-masing | The New York Times

"Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan".

Demikian ucapan khalifah ke-4 umat Islam sepeninggal Rasulullah SAW yang juga sepupu beliau, sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah. Sebuah ungkapan yang menyuratkan universalitas rasa kemanusiaan.

Kemanusiaan yang Tak Berbatas

Hari ini saya dibuat kagum oleh sebuah foto yang dimuat The New York Time. Hasil reportase David M. Halbfinger tanggal 25 Maret 2020 itu mengetengahkan sebuah foto 2 orang tenaga medis Israel yang tengah menjalankan ibadah di tengah aktivitasnya.

Bukan sekedar salut kepada mereka yang menyempatkan diri memenuhi panggilan Tuhan di tengah kesibukannya, namun karena melihat cara beribadah mereka yang berbeda.

Avraham Mintz adalah seorang Yahudi. Dia bekerja bersama seorang muslim bernama Zoher Abu Jama. Abu Jama berasal dari Rahat, sebuah kota yang didominasi oleh orang Arab badui di Distrik Selatan Israel. 

Banyak dari kita yang mengidentikkan Yahudi yang merupakan sebuah kepercayaan dan gerakan Zionisme. Sehingga saat disebut Yahudi maka yang terbayang di benak kita adalah gerombolan tentara Israel yang tengah memblokade Masjid al-Aqsha atau bertindak represif terhadap warga sipil Palestina. Padahal bisa jadi seorang Yahudi justru menentang Zionisme dengan segala kekerasannya. Sekilas infonya bisa dibaca di sini.

Foto Mintz yang beribadah dengan menghadapkan diri ke Jerussalem dan Abu Jama yang tengah menjalankan salat menjadi sindiran bagi kita di tanah air yang enggan bersatu dalam menghadapi pandemi corona. Perbedaan akidah tak sanggup memisahkan mereka dari usaha bersama dalam kemanusiaan.

Hingga saat ini, pasien positif corona di Israel berjumlah 3.035 orang dengan jumlah kematian 12 orang. Tiga kali lebih banyak dari kasus positif corona di Indonesia, meski dari tingkat kematian, Indonesia jauh melampaui hingga tujuh kali lipatnya. Demikian dikutip dari Worldometer.

Corona, Personifikasi Politik

Di sini, orang seakidah pun masih berdebat dan nyinyir satu sama lain dalam banyak hal, termasuk tentang pandemi ini. Dan konyolnya, apa yang mereka lakukan jauh dari obyektivitas, namun bermula dari egoisme politik. Tak perlu dijelaskan lebih lanjut, diakui atau tidak sebagian dari kita terjebak pada hal itu. Fanatisme terhadap sesosok figur membuat mandul dan memudahkan seseorang dalam menyalahkan orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN