Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Administrasi - Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Gimana MotoGP Nggak Dibilang Mahal, Gaji Mekanik Saja 1 Milyar!

10 Januari 2020   22:14 Diperbarui: 11 Januari 2020   00:33 925
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pebalap Suzuki, Joan Mir | Motogp.com

Grandprix motor atau Motogp merupakan salah satu kompetisi balap motor tertua di dunia. Diadakan pertama kali pada tahun 1949, kejuaraan yang mempertandingkan motor-motor prototype dan para pebalap seantero dunia itu berlanjut selama 7 dasawarsa.

Motogp, Adu Teknologi dan Finansial

Motogp menjadi ajang adu gengsi pabrikan-pabrikan motor sedunia.

Dari Asia hadir Honda, Yamaha, Suzuki yang hingga masih enjoy balap di ajang ini. Sedangkan Kawasaki hanya exist di lintasan pada 2002 hingga 2009. Mereka mundur dari kompetisi disebabkan oleh masalah pendanaan yang terlalu menguras kantong pabrikan. 

Namun tak terhenti di situ, Kawasaki berpartisipasi di kejuaraan balap motor produksi massal, World Superbike (WorldSbk) dan berhasil menjadi jawara selama 5 tahun terakhir.

Sedangkan dari Eropa, kini tercatat nama Ducati, Aprilia dan KTM. Di awal kejuaraan, MV Agusta menjadi raja selama bertahun-tahun dan melambungkan nama legenda grandprix, Giacomo Agostini. Nama lain seperti Cagiva, Norton dan Benelli pun pernah menjadi partisipan grandprix motor. 

Namun tak semua pabrikan besar tertarik untuk berpartisipasi di Motogp. Sebutlah BMW Motorad yang berpendapat bahwa ajang WorldSbk justru lebih tepat dijadikan unjuk teknologi karena motor-motor yang digunakan para pebalap memang motor yang wara wiri di jalanan. Keberhasilan sebuah pabrikan di WorldSbk dinilai akan lebih bersentuhan langsung dengan konsumen.

Besarnya Investasi di Motogp

Bisa jadi BMW menilai investasi yang digelontorkan dalam event Motogp terlalu besar untuk menyokong penjualan mereka. Dan jika pabrikan seperti Kawasaki saja mundur dari kompetisi karena masalah pendanaan, maka hal itu berarti dana yang harus dirogoh memang besar adanya. Lalu berapa kira-kira yang dibutuhkan untuk bisa mengaspal di kelas utama Motogp?

Dikutip dari boxrepsol banderol sepaket komplit motor untuk tim pabrikan mencapai kisaran 3 juta Euro per musim untuk seorang pebalap. Sementara untuk tim satelit dengan spesifikasi yang lebih rendah, nilainya akan berkisar di angka 2 juta Euro. Jika kurs Euro saat ini Rp 15.200 maka 1 motor pabrikan akan seharga Rp 45 milyar. Coba dibelikan Kawasaki Ninja 250cc, bisa buat orang se-RW kali ya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun