Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

GP Malaysia, Tewasnya Pembalap Indonesia, Kokohnya Vinales dan Kompetitifnya Rossi

3 November 2019   17:45 Diperbarui: 4 November 2019   00:46 0 2 0 Mohon Tunggu...
GP Malaysia, Tewasnya Pembalap Indonesia, Kokohnya Vinales dan Kompetitifnya Rossi
Maverick Vinalez menangi GP Malaysia | Foto motogp.com

Sepang 2019 diwarnai dengan insiden tragis yang menimpa pembalap Indonesia, Afridza Munandar. Pembalap kelahiran Tasikmalaya, 13 Agustus 1999 itu mengalami kecelakaan pada tikungan ke 10 saat menjalani race 1 Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) pada Sabtu 2 Nopember 2019. Sempat dilarikan dengan helikopter ke rumah sakit Kuala Lumpur, namun nyawanya tak tertolong. 

Ucapan duka pun mengalir dari para peserta grandprix termasuk Marc Marquez dan Fabio Quartararo. Bahkan Alex Marquez yang telah mengklaim gelar juara dunia Moto2, mendedikasikan gelarnya untuk mendiang Afridza. Sebelum gelaran dimulai, panitia memberikan penghormatan terakhir dengan hening cipta selama 1 menit yang diikuti oleh para pembalap dan kru. Lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) itu kini berada di peringkat ke-2 klasemen, 27 poin di bawah pembalap Jepang Takuyama Matsuyama.

Tewasnya Afridza menambah daftar pembalap yang tewas di sirkuit kebanggaan warga Malaysia ini. Delapan tahun silam, pembalap Motogp asal Italia, Marco Simoncelli tewas setelah ban motornya kehilangan grip yang menyebabkannya jatuh sehingga tertabrak oleh pembalap lain di belakangnya. 

Yamaha asapi Honda dan Ducati

Sepang International Circuit (SIC) seolah diperuntukkan bagi duel 2 kekuatan besar di Motogp, Honda dan Ducati. Selama 5 tahun terakhir, pemenang di sirkuit ini adalah para pembalap Honda dan Ducati. Marc Marquez menjadi kampiun pada 2014 dan 2018. Dani Pedrosa saat masih aktip, menjadi pemuncak di tahun 2015. Sedangkan Andrea Dovizioso menjadi penguasa berturut-turut di 2016 dan 2017. 

Namun hal itu tak terlihat pada kualifikasi Motogp tahun ini. Tahun ini justru Yamahalah yang mendominasi grup depan. Diawali oleh rookie of the year yang adalah pembalap satelit Yamaha, Fabio Quartararo yang membela tim tuan rumah, Petronas SRT Yamaha, lalu disusul oleh pembalap Yamaha Monster Energy, Maverick Vinalez dan di starting grip ke-3, ada rekan setim Quartararo, Franco Morbidelli. 

Jack Miller menjadi pembalap Ducati pertama yang berada di first row. Pembalap Australia yang seri lalu sukses menyelamatkan muka Ducati dengan berhasil menduduki podium ke-3, berada di posisi ke-4. Pembalap Honda pertama dalam starting grid adalah Cal Crutchlow (LCR Honda) yang seri lalu sukses menjadi runner up. 

Penghormatan bagi Afridza | Foto motogp.com
Penghormatan bagi Afridza | Foto motogp.com
Jatuh di saat merebutkan podium pertama di lap terakhir GP Australia, nampaknya membuat Vinalez datang di Sepang dengan semangat balas dendam. Dan benar saja, pembalap berjuluk Top Gun itu terlihat begitu dominan mulai awal lomba. Menguntitnya, Marquez yang start dari grid ke-11 karena sempat mengalami crash saat free practice. 

Perebutan Posisi 3 Klasemen 

Pertarungan di 2 seri terakhir ini (Sepang & Valencia) praktis hanya menyisakan perebutan posisi ke-3 klasemen antara Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Maverick Vinalez. Rins sebelum seri Malaysia berlangsung masih unggul 7 poin atas Vinalez. Performa Vinalez di beberapa seri terakhir ini akhirnya harus diakui suksesornya di tim Suzuki itu.

Seri Sepang akhirnya membalikkan keadaan dimana Vinalez unggul 7 poin dari Rins (Vinalez 201, Rins 194). Start dari posisi ke-7, Rins berada di grup 3 dalam memperebutkan podium ke-3 melawan Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi. Akhirnya posisi ke-5 bertahan hingga akhir balapan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2