Ahmad Indra
Ahmad Indra Administrasi

Menulislah 'tuk memperpanjang usiamu

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Vale the Legend

21 April 2019   08:02 Diperbarui: 5 Mei 2019   07:33 901 6 4
Vale the Legend
Valentino Rossi I Dok. racingwallpaper

Valentino Rossi, satria berkuda besi itu sudah tak muda lagi. Dia yang kini menjadi pebalap paling senior baik dari segi usia maupun pengalaman masih saja betah mengaspal di kelas para raja, MotoGP. Separuh usianya dihabiskannya di kelas ini. Tahun ini, sudah 19 tahun lamanya pebalap kelahiran Urbino Itali, 16 Pebruari 1979 itu bertarung di kelas premier.

Vale mengawali karirnya di balap motor purwarupa di kelas capung (125 cc) pada tahun 1996. Bersama pabrikan dari negeri sendiri, Aprilia, Vale hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk bisa menjadi juara dunia. 

Tahun 1998, Vale pun naik kelas ke jenjang lebih tinggi, GP 250. Di tahun yang sama, calon rival beratnya di kelas utama --Massimiliano Biaggi-- naik kelas dari GP 250 ke GP 500 setelah 4 tahun berturut-turut dari 1994 hingga 1997 merajai GP 250. Masih bersama Aprilia, Vale kembali menjadi raja setelah 2 tahun berkiprah. Gelar juara dunia GP 250 berhasil digenggamnya di tahun 1999.

Dok. insella.it
Dok. insella.it

Tahun 2000, Suzuki melalui pebalap AS --Kenny Roberts, Jr-- menjadi pemuncak di klasemen akhir GP 500. Dan Vale dengan sukses menggeser posisi Biaggi dari posisi runner up di tahun sebelumnya (1999) menjadi posisi ke-3 pada klasemen akhir. Di kelas 500cc ini, Vale meninggalkan Aprilia dan berpindah ke ajas jok Honda.

Tradisinya di GP 125 dan GP 250 terulang di GP 500. Di tahun ke-2-nya memanggul bendera Nastro Azurro Honda, Vale merebut gelar juara dari Suzuki. Dan lagi, dia masih "mengatasi" rekan senegaranya --Max Biaggi-- yang membela Yamaha.

Tahun-tahun berikutnya, GP 500 menyajikan perseteruan antara pebalap hebat senegara itu. Rivalitas antara Vale dan Biaggi adalah salah satu rivalitas paling sengit yang terjadi di kelas premier.

Vale dan Tim Pabrikan

Ingin meneruskan tradisi kemenangannya, tim pabrikan Honda -Repsol Honda- pun menggaet Vale di tahun 2002. Benar saja, tahun itu dan 2003, Vale dapat mengembalikan pamor tim utama itu setelah Alex Criville turun tahta di tahun 2000.

Dengan mengendarai RC211V, Vale ibarat membalap tanpa lawan di era awal MotoGP 4 tak. Yang unik di saat itu adalah bercampurnya motor berkapasitas 500c 2 tak dan 1000cc 4 tak dalam satu lintasan balap. Dan Honda adalah tim yang paling siap menghadapi masa transisi itu.

Dengan merebut juara di musim 2002, Rossi menjadi juara dunia terakhir yang menggunakan motor 2 tak sekaligus juara dunia pertama bagi pengguna motor 4 tak.

Rossi berbicara dengan motornya I Dok. otosport.id
Rossi berbicara dengan motornya I Dok. otosport.id

Keputusannya untuk pindah ke Yamaha cukup mengejutkan banyak pihak. Adalah Davide Brivio yang kala itu menjabat sebagai direktur tim Yamaha Factory Racing yang membuat Vale hengkang ke pabrikan berlambang garputala. 

Pria yang kini tengah menjadi arsitek kebangkitan Suzuki MotoGP itu memberikan Yamaha sebuah paket ampuh untuk memenangkan gelar yang tak kunjung dipersembahkan Biaggi. Vale tak datang sendirian. Dia membawa mekanik kepercayaannya, Jeremy Burgess yang telah mengantarnya menjuarai GP 500 dan yang pasti juga, Alessio "Uccio" Salucci, childhood fellas sekaligus orang kepercayaan Vale. 

Meski bukan bagian struktural dari tim, Uccio berperan dalam mempersiapkan semua keperluan Vale sebelum membalap sekaligus menjadi penasihatnya saat berada pada momen yang buruk. Pria sekampung Vale ini, kini dipercaya sebagai motivator di akademi balap Racing Team VR46 milik Vale.

Yamaha pun tersenyum lega setelah Vale berhasil mengeklaim kembali gelar juara dunia setelah terlepas dari pabrikan Hamamatsu itu selama 11 tahun. Terakhir kali Yamaha mencatatkan diri sebagai peraih gelar juara dunia adalah saat masih mengandalkan Wayne Rainey di tahun 1992 (Rainey juara tahun 1990 - 1992). 

Hal itu menjadi ajang pembuktian kepada publik bahwa Vale lebih unggul ketimbang Biaggi. Karena di saat bersamaan, Biaggi digaet Repsol Honda yang memiliki paket mesin paling mumpuni di arena.

Rossi & Biaggi | Dok. Sindonews
Rossi & Biaggi | Dok. Sindonews
Namun prestasi Vale menurun di tahun 2006, bertepatan dengan pergantian bendera yang menaunginya dari Gauiloses Yamaha ke Camel Yamaha. Kala itu, Repsol Honda kembali menjadi raja melalui pebalap AS, Nicky Hayden. 

Kejayaannya belum kembali juga pada tahun 2007 karena Ducati melalui Casey Stoner memindahkan singgasana dari Honda ke pabrikan Bologna, Itali. Sampai saat ini, Stoner menjadi satu-satunya pebalap Ducati yang mampu mempersembahkan gelar juara dunia. Namun sayang, pebalap Australia itu memutuskan pensiun dari dunia balap di usia mudanya (26 tahun) pada akhir musim 2012.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3