Gayahidup

Menjadi Traveller dan Blogger Kreatif dengan Kayu Putih Aroma

12 Januari 2018   04:21 Diperbarui: 12 Januari 2018   04:27 289 0 0
Menjadi Traveller dan Blogger Kreatif dengan Kayu Putih Aroma
yogyalagi.com

Travelling dan blogging merupakan hobi kekinian yang kian menjamur di berbagai kalangan. Travelling atau kegiatan menjelajah tempat-tempat wisata hingga ke pelosok daerah bahkan telah menjadi kompetisi di dunia maya. Agenda wajib para traveller berupa mengabadikan momen atau pemandangan alam di tempat yang mereka kunjungi membuat para wisatawan juga tertarik untuk mengunjunginya. Hasil jepretan yang diunggah di media sosial akan cepat menyebar sehingga menarik minat para wisatawan. Tentu saja foto yang diunggah tidak asal jepret, perlu kreativitas dalam memotretnya sehingga dihasilkan foto yang menarik untuk dilihat. 

Selain itu, kita juga bisa mengkreasikan foto tersebut dengan memberi keterangan berupa pengalaman ketika mengunjunginya. Kegiatan ini nantinya sangat berdampak pada masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar memiliki kesempatan untuk membuka kawasan tersebut menjadi tempat wisata sehingga kesejahteraannya semakin meningkat.

Semakin banyak tempat wisata baru yang dikenalkan oleh para traveller, semakin banyak pula pilihan tempat yang bisa dikunjungi para wisatawan. Ya, kini telah dikenal banyak tempat wisata baru yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Tidak peduli seberapa jauh jarak yang harus ditempuh dan jalan terjal yang dilalui, niat para wisatawan untuk mendapat spot foto terbaik tetap tidak luntur. Namun dengan banyaknya tempat wisata tersebut, kita juga harus pintar memilih mana yang sesuai dengan keinginan, kemampuan, dan hasil yang akan kita dapatkan.

Pada musim libur akhir tahun, aku berkesempatan mengunjungi pantai-pantai di Purworejo. Pantai yang kukunjungi adalah Pantai Watu Malang, Pantai Kadilangu, dan Pantai Glagah. Pantai Watu Malang terletak paling barat sehingga perjalanan dari rumah menuju kesana adalah yang terjauh. Kurang lebih 45 menit dengan bis aku sampai di pantai tersebut. Kemudian aku menghabiskan waktu di pantai tersebut selama 1 jam. Karena sudah semakin siang dan ombak semakin besar, aku pun tidak berani menceburkan diri ke air. Alhasil aku hanya berfoto ria di area perkebunan pohon cemara.

Selanjutnya, aku dan rombongan menuju ke Pantai Kadilangu. Sayangnya ketika akan Pantai Kadilangu, kepalaku terasa pusing. Beruntung ada Minyak Kayu Putih Aroma di dalam tas. Minyak Kayu Putih Aroma ini selalu dapat diandalkan ketika pusing mengganggu. Cukup dengan mengoles-oleskannya pada pelipis, pusing pun berangsur sembuh. Dan kini aku jadi lebih bebas menjelajah Pantai Kadilangu dan mengeksplor keindahan alamnya tanpa pusing yang mengganggu.

Pantai Kadilangu inilah yang paling berkesan untukku diantara ketiga pantai yang aku kunjungi. Di sana terdapat banyak spot foto hasil kreativitas masyarakat sekitar mulai dari spot kupu-kupu, kerang mutiara, hutan mangrove, miniatur menara eiffel, jembatan kayu, dan masih banyak lagi. Tak salah memang pengunjung tempat ini tak pernah sepi, bahkan untuk berfoto di spot-spot tersebut kita diharuskan mengantri. Kawasan wisata ini patut dijadikan percontohan untuk tempat wisata lain karena pengembangan yang terus menerus dilakukan. Inovasi terhadap kawasan wisata yang sesuai perkembangan jaman tentunya menjadi nilai tambah bagi para wisatawan.

Pantai terakhir yang aku kunjungi adalah Pantai Glagah. Di tempat ini, aku dan rombongan hanya singgah sebentar. Kami menikmati momen yang singkat ini dengan menjajal perahu di danau buatan di dekat pantai. Setelah puas menaiki perahu, aku pun berbelanja oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Meski sebentar, aku tetap mengabadikan foto kebersamaanku dan rombongan di pantai yang terkenal memiliki pemecah ombak terbanyak di Purworejo ini. 

Hasil jepretanku sering aku upload di blog pribadi untuk mendukung cerita pengalamanku mengunjungi suatu tempat wisata. Tentunya dengan Minyak Kayu Putih Aroma, travelling jadi lebih seru dan kreativitas menulisku semakin meningkat.