Mohon tunggu...
Profil
0 Poin
Berawal dari keresahan dan kegelisahan penulis, pada awan kelabu yang membayangi dunia pendidikan Indonesia. Angka putus sekolah yang masih tinggi, kenakalan jalanan yang melibatkan anak usia sekolah, kebocoran soal yang sistematik pada pelaksanaan Ujian nasional, pendekatan kekerasan dalam mendisiplinkan anak didik masih sering terjadi. Sekolah yang harusnya menjadi rumah besar bagi seluruh peserta didik, yang mampu mengakomodasi keragaman bakat, minat dan karakter, masih jauh panggang dari api. Kelas dan lingkungan sekolah pada umumnya masih dirasakan oleh peserta didik sebagai penjara yang pengap dan membosankan. Warnet, warkop, dan rental play station lebih menarik dan menantang bagi mereka walau harus bolos sekolah. Pendidik dalam hal ini guru sebagai ujung tombak dalam membentuk generasi yang unggul harusnya lebih terbuka dengan perubahan. Kondisi sosial dan budaya masyarakat yang senantiasa berubah harus disikapi dengan bijak oleh para guru dengan segera “move on” dan meninggalkan zona nyaman yang selama ini memanjakannya. Pendekatan kekerasan, bahasa yang tidak memuliakan harus ditanggalkan sesegera mungkin. Saatnya guru yang melayani anak didiknya bukan sebaliknya. Saatnya guru yang menyesuaikan diri dengan anak didiknya, bukan sebaliknya. Menyesuaikan diri dengan mereka, mengikuti gaya belajar mereka, mengikuti gaya dan kehidupan sosial mereka, tidak akan mengurangi kewibawaan, kehormatan dan kemulian guru. Karena profesi guru merupakan pekerjaan terhormat dan mulia, maka muliakanlah anak didikmu sebagai manusia yang berhak untuk tertawa, berhak untuk bahagia. Masennang, berasal dari bahasa Bugis yang intinya adalah senang. Membuat peserta didik senang dengan kegiatan pembelajaran yang me-merdeka-kan, tanpa paksaan, tanpa tekanan dan tanpa intimidasi. Masennang Masagena sejatinya adalah mimpi dari penulis untuk memiliki yayasan pendidikan/sekolah dengan kriteria
Bergabung 09 Desember 2015
Statistik
30
4,335
11
19
0
8
Masennang Masagena Community
06 Agustus 2016 | 4 tahun lalu

Galumbayya

(Catatan untuk Kontestan Pilkada Takalar 2017)MUHALIS BEBANG, 2016Kabupaten Takalar Sulawesi

Humaniora
58
0
0
Masennang Masagena Community
15 Juni 2016 | 4 tahun lalu

Tak Merasa Tanda Tanya

Muhalis bebangWalau bukan yang pertamaKehadiranmu selalu kutungguSambutan antusiasku karena janji-muBersamamu.....

Puisi
43
2
0
Masennang Masagena Community
26 Mei 2016 | 4 tahun lalu

Masa Bodoh

Ketika rasa takut menguasaikuAku hanya bisa menutup mata sempitku.Menutup

Puisi
39
1
0
Masennang Masagena Community
19 Mei 2016 | 4 tahun lalu

Stop Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Kasus sodomi yang menimpa beberapa peserta didik di salah sekolah

Humaniora
347
0
0
Masennang Masagena Community
19 Mei 2016 | 4 tahun lalu

Internet dan Revolusi Pendidikan

MUHALIS BEBANG, 2016Globalisasi informasi yang melanda dunia tak lepas dari

Humaniora
87
0
0