Mohon tunggu...
Maryanah Ahnan
Maryanah Ahnan Mohon Tunggu... Profesi sebagai penulis dan guru

Mahyra Senja adalah nama pena dari Maryanah, S. PD seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang gemar menulis fiksi dan puisi.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Penguatan Nilai Religius bagi Siswa

21 Maret 2021   14:10 Diperbarui: 21 Maret 2021   14:20 112 3 0 Mohon Tunggu...

Tahun 2021 merupakan kedua kalinya umat Islam melaksanakan ibadah pada bulan suci Ramadhan di masa pandemi. Hal ini karena adanya wabah covid-19, lebih dari 200 negara muslim di dunia. Termasuk Indonesia yang melaksanakan ibadah pada bulan Ramadhan dengan situasi yang berbeda, karena masa pandemi berbagai kebijakan dilakukan oleh pemerintah.

Dalam maklumat Presiden, masyarakat diminta untuk mematuhi protokol kesehatan diantaranya menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Misalnya tidak menyelenggarakan ibadah di masjid, shalat tarawih berjamaah, kegiatan buka puasa bersama, takbiran keliling, dan sholat Idul fitri berjamaah.

Anwar Makarim menerbitkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona virus Disease (covid-19). Terkait belajar dari rumah. Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring) dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.  

Covid-19 telah menyebar dengan sangat cepat, sejak satu tahun yang lalu ke berbagai negara termasuk Indonesia. Hal ini juga berdampak pada dunia pendidikan, menghadapi kenyataan itu upaya dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona terus dilakukan oleh berbagai pihak salah satunya lembaga sekolah yang berada di kota Depok.

Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan penting dari Pendidikan Nasional Indonesia. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Undang-undang tersebut jelas mengamanatkan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas secara intelektual, tetapi juga harus mampu mencetak generasi yang bermoral dan berkarakter sesuai dengan nilai, norma dan ajaran agama. (cerdas spiritual dan emosional).

Kegiatan nilai religius untuk menguatkan pendidikan karakter bagi siswa selama bulan Ramadhan sangatlah penting. Hal itu karena dapat menambah nilai budi pekerti siswa, sehingga mempunyai akhlakul karimah dan menambah wawasan keislaman mereka. Kegiatan tersebut dilakukan secara online. Misalnya pihak sekolah mengadakan kegiatan pesantren kilat, kegiatan tadarus, zikir dan zakat fitrah.  

Siswa diajarkan pembiasaan oleh sekolah untuk membiasakan 3 M dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Setidaknya mereka diharapkan mampu menjaga diri agar tidak terpapar covid-19. Pengetahuan mengenai pentingnya upaya dalam hal itu, menjadi tanggung jawab guru dan orang tua. Maka menjaga jarak dengan melakukan kegiatan belajar di rumah saja, menjadi prioritas utama sehingga dapat meminimalisir kegiatan berkerumun. Namun, kegiatan yang terkait dengan penguatan nilai religius pada bulan suci Ramadhan tidak boleh ditinggalkan, karena nilai-nilai karakter penting bagi siswa.

Terutama yang menjalankan ibadah puasa sehingga memberikan ilmu bagi mereka, untuk giat beribadah meskipun di rumah saja. Selain itu juga dapat meningkatkan ketakwaan bagi mereka. Mengembangkan nilai religius bagi siswa saat pandemi, merupakan usaha bersama guru dan orang tua. Setidaknya terdapat tiga hal yang bisa kita lakukan untuk merealisasikannya.

Pertama, Perlu membuat perencanaan yang matang dalam menjalankan tujuan bersama. Agar peran guru dan orang tua dirasakan manfaatnya, terutama dalam kegiatan daring selama bulan Ramadhan. Misalnya dengan memberikan tugas mandiri berupa agenda Ramadhan. Tujuannya untuk meningkatkan ibadah amaliah di bulan Ramadhan berupa kegiatan tilawah, sholat tarawih, sholat sunah, berbagi dengan tetangga dan lain sebagainya.

Kedua, pihak sekolah membuat kegiatan yang dilakukan pada bulan Ramadhan, secara daring. Misalnya pesantren kilat virtual, dengan menghadirkan tokoh agama yang memberikan edukasi mengenai ilmu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan, kajian Alquran, pembinaan budi pekerti dan wawasan mengenai ibadah selama pandemi. Dalam kegiatan ini guru memberikan penguatan pada siswa, agar semangat menjalankan kegiatan salah satunya dengan memberikan nilai tambahan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN