Mohon tunggu...
Maryam
Maryam Mohon Tunggu... Content Writer

Menuangkan pikiran lewat tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Nostalgia Buku: "How To Win Friends And Influence People"

7 Februari 2020   17:33 Diperbarui: 8 Februari 2020   08:22 27 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nostalgia Buku: "How To Win Friends And Influence People"
img-20200206-172747-5e3bebe6d541df0eb7771ff3.jpg

Sejak kecil, saya senang membaca. Setiap ada bahan bacaan, pasti saya habiskan entah itu komik manga, majalah, ensiklopedia, koran, buku sains, bahkan sampai buku motivasi dan pengembangan diri yang agaknya belum "harus" dibaca oleh anak seusia saya waktu itu.

Tapi saya bersyukur, karena disaat remaja lain dibentuk oleh novel-novel teenlit khas ABG, saya sudah mengenal bacaan-bacaan berat yang membantu memperluas perspektif saya tentang kehidupan.

Tentu perkenalan pertama saya pada buku pun adalah novel remaja, cerita cinta khas ABG yang ngga tau kenapa kala itu selalu diidentikkan dengan cewek tomboy dan cowok dingin _ agaknya sedikit banyak mempengaruhi pola laku saya yang jadi ikutan sedikit tomboy (eits, tomboy versi daku hanya sekedar no make up & no centil kok, ngga lebih, hihihi~). Tapi kemudian memasuki akhir masa SMP dan awal SMA saya mulai berkenalan dengan buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Ini ngga lepas dari peran tante saya yang notabene seorang guru dan punya banyak koleksi buku dirumahnya.

Setiap datang ke rumahnya saya paling senang tenggelam dalam samudra  buku yang ada dilemari kerja beliau dan menikmati satu per satu isinya. Sampai kemudian ada satu buku yang menarik perhatian saya, yaitu buku bersampul hijau berjudul "How To Win Friends And Influence  People" karya Dale Carnegie. Atau terjemahan tarzannya "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain".

Saya bukanlah tipe orang cupu yang ngga punya teman, yah...walaupun teman juga ngga banyak sih... Tapi entah kenapa buku tebal itu seperti memiliki magnet tersendiri.

Mungkin, mungkin loh yah... Karena sampul depan dan belakangnya serta kalimat pembukanya seperti mengandung apa yang orang sekarang sebut dengan istilah copywriting. Komposisi AIDA yang sering kita temukan di copywriting terasa sekali ketika kita membaca buku ini bahkan dari sampul belakangnya saja. Semakin dibaca, buku yang ditulis dekade -dekade awal 1900-an itu terasa semakin seru dan membuat  penasaran, semakin pula saya ingin mempraktikannya secara langsung.

Di buku ditulis kalau pembaca harus siapkan stabilo dan memberikan tanda untuk point-point yang kiranya dianggap penting.

Hasilnya? Jadilah buku yang sebenarnya masih pinjaman dari tante itu saya coret-coret, hihi...

Bukan cuma dicoret, tapi buku itu terus saya baca hampir setiap hari selama libur sekolah sampai sedikit rusak (yang ini jangan ditiru plissss).

Hasilnya? Begitu hari pertama masuk SMA saya langsung SKSD sama semua orang, hahahahaha...

Eh ngga semua orang juga sih, saya tetap segan ke kakak kelas, hanya ke sesama anak baru saya berani lontarkan pembicaraan duluan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x