Mohon tunggu...
Siti Marwanah
Siti Marwanah Mohon Tunggu... Guru - "Abadikan hidup melalui untaian kata dalam goresan pena"

"Tulislah apa yang anda kerjakan dan kerjakan apa yang tertulis"

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

5 Kunci Menjadi Guru Hebat

25 September 2021   08:00 Diperbarui: 25 September 2021   08:08 59 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Menyimak materi dari Bapak Munif Khatif penulis Buku Best Seller "Menjadi Gurunya Manusia" saat mengikuti kegiatan publik speaking PGRI membuat saya tertegun sekaligus tamparan bagi saya sendiri sebagai seorang pendidik. Karena selama ini kita sering menempatkan siswa tidak pada tempatnya. Sebagai seorang guru, kita hanya terpaku dan mengukur kemampuan siswa dari hasil ulangan yang mereka peroleh, dari kemampuan kognitif dan pengetahuan saja, tanpa pernah melihat sisi positif yang dimiliki oleh siswa tersebut.

Dalam pemaparannya beliau menyampaikan ada lima strategi agar siswa kita menjadi orang yang hebat, walaupun secara intelegensi atau pengetahuan dia kurang.

1. Bintang (Anggaplah semua anak didik kita sebagai juara)

Semua anak didik kita adalah bintang. Bintang merupakan sesuatu yang indah, berkilau dan memancarkan cahaya. Asal bintang itu tidak tertutupi awan, maka cahaya akan keluar. Begitu pun dengan anak didik kita. Mereka akan berhasil jika kita mampu membimbing bakat, potensi yang mereka miliki. Lihatlah kelebihan,  mereka, hargailah kekuatan yang mereka miliki.  Jangan hanya melihat dan selalu menyebut kekurangan mereka.  

Sebagai contoh saya ilustrasi kan di bawah ini.
Jika kita menggap seekor elang yang pandai terbang dan kita paksakan untuk ahli bereng layangnya seekor ikan, maka hal itu akan sulit. Justru yang tampak adalah elang itu sangat bodoh. Namun jika kemampuan terbang elang yang kita perhatikan dan berikan apresiasi maka bisa jadi dia akan menjadi elang yang bisa mengelilingi dunia dengan bakat terbangnya.

Nyakinlah bahwa Allah tidak akan pernah memproduksi atau menciptakan sesuatu produk yang gagal. Pasti ada kelebihan dibalik kekurangan yang dimiliki oleh setiap manusia.

2. Samudra (Hendaknya seorang pendidik menganggap bahwa kemampuan anak didik kita seluas samudra)
Sejak dulu kita mengenal bahwa ada tiga ranah yang menjadi penilaian dalam rapot yaitu Ranah kognitif (sikap), ranah afektif (pengetahuan) dan ranah psikomotorik (keterampilan). Namun yang sering kita jumpai dilapangan adalah bahwa seorang guru hanya terpaku pada ranah kognitif. Bagi guru ranah kognitiflah yang bisa di oleh sehingga sering mengesampingkan Ranah afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan). Padahal kedua hal tersebut juga menjadi modal dasar seorang manusia untuk menjadi seorang bintang.

Setiap anak memiliki kesempatan dan peluang menjadi seorang bintang atau juara asal didukung oleh seorang pendidik yang mampu melirik kelebihan yang dimiliki oleh seorang siswa.

3. Harta Karun (Seorang guru harus menyakini bahwa setiap anak cerdas atau memiliki multifel intelegensi.
Sebagai seorang guru yang bisa mencetak generasi hebat, maka dia harus mampu menggali kecerdasan yang dimiliki oleh anak didiknya. Berhentilah menjadikan hasil ulangan, hasil tugas sebagai tolak ukur kecerdasan siswa anda. Tapi mulailah membuka cara pandang anda, bahwa siswa cerdas itu adalah siswa yang bisa melakukan sesuatu itu secara berulang-ulang dan menjadi pembiasaan dalam dirinya.

Salah satu ciri anak cerdas adalah anak tersebut kreatif dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Ada 8 kecerdasan yang dimiliki oleh setiap manusia yaitu
1. Kecerdasan linguistik (kecerdasan berbahasa). Seorang anak yang memiliki kecerdasan berbahasa bisa kita lihat dan amati dari kebiasaannya berbicara. Anak ini sering berbicara dan aktif dalam pembicaraan atau tidak bisa diam, selalu nyeletuk. Sebagai seorang guru arahkanlah anak yang memiliki kecerdasan seperti ini untuk mengerjakan tugas dengan berpidato, presentasi di depan, merekam tugasnya dan sebaginya.

2. Kecerdasan Kinestetik (kecerdasan gerakan). Ciri anak dengan kecerdasan kinestetik adalah anak tersebut tidak bisa diam, selalu kesana kemari, mengganggu teman, tidak tahan di suruh diam. Ajaklah anak seperti ini belajar dengan memaksimalkan gerakan mereka dengan cara memintanya melakukan gerakan saat dia belajar sesuatu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan