Mohon tunggu...
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris Mohon Tunggu... Penulis - Menikmati menulis dan membaca dalam bertualang makna kehidupan menuju kebijaksanaan abadi.

Penulis, Pembaca, Petualang, dan Pencari Makna.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menulis Makna (64): Mengusahakan Kedewasaan Diri Demi Kualitas Kehidupan

30 Agustus 2021   04:05 Diperbarui: 30 Agustus 2021   04:21 390
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Illustrasi Menulis Makna. paulageister.com

Ketidakdewasaan adalah jika sesorang melompat dari satu hal ke hal lain, sedangkan kedewasaan memilih menuntaskan satu hal. (Harry A. Overstreet)

Dalam kehidupan ini manusia akan dihadapkan pada aneka macam pengalaman hidup, baik yang menyenangkan, menyedihkan, maupun yang menantang hati dan pikiran untuk dijalaninya. 

Pengalaman-pengalaman hidup pastilah memberikan rasa dan persepsi yang terkadang tidak dapat dirumuskan dalam formulasi matematis sehingga menuntut manusia untuk selalu mengolah hati dan budi secara kontekstual dan reflektif. 

Itulah uniknya kehidupan, bahkan betapa indahnya tantangan hidup itu dalam menjalani segala dinamika dan problematika hidup dalam pergulatan batin yang selalu mengalir seiring nadi kehidupan yang terus berdenyut.

Kualitas pribadi manusia benar-benar diuji dalam menjalani pengalaman-pengalaman hidup itu, selalu menolak atau sebaliknya menerimanya sebagai anugerah kehidupan yang akan memberikan makna dan kelegaan batin pada waktunya. 

Kedalaman pemikiran yang begitu tenang dan tajam menjadi sebuah harapan untuk memberikan kualitas pada pengalaman hidup sehingga tidak jatuh pembenaran-pembenaran yang menguntungkan diri dan merugikan orang lain, padahal pembenaran itu merupakan kebenaran semu yang akan mengantar manusia pada sesatnya pemikiran. Kedalaman pemikiran senantiasa memberikan kemampuan dan kemauan untuk berpikir secara logis, sehat, dan nyata.

Illustrasi. www.wallpapers4u.org
Illustrasi. www.wallpapers4u.org
Ketenangan hati juga memberikan kualitas pribadi yang mampu menjalani kehidupan dengan segala pembiasaan-pembiasaan baik dalam pengolahan jiwa. Hati yang tenang dan reflektif tentunya memberikan kebiasaan-kebiasaan yang mampu mengasah nurani menuju pada pribadi yang mengedepankan kebaikan dan kebajikan. Pengolahan batin dalam sanubari sejatinya mampu menata tutur kata yang santun dan melakukan segala perbuatan yang mampu mengembangkan diri dan menginspirasi orang lain. Kedalaman pemikiran yang berkolaborasi dengan ketenangan hati akan menjadi sebuah kualitas diri yang dewasa dalam setiap langkah kehidupan merangkai segala narasi kehidupan.

Ada banyak orang selalu menghindari sesuatu yang dirasa tidak disukai, dirasa menyulitkan, atau dirasa tidak menguntungkan diri. Yang sering terjadi, ratapan demi ratapan dalam keluhan dan hujatan atas dinamika kehidupan yang ada. Padahal semua itu kadangkala baru sebatas persepsi dangkal tanpa penalaran yang mendalam. 

Orang mudah sekali melewatkan kesulitan-kesulitan hidup karena menganggap kesulitan-kesulitan itu akan menghambat kesuksesan atau pun meruntuhkan segala tujuan hidupnya. Kesulitan dalam hidup selalu dipandang sebagai hal negatif yang mengganggu, merusak, mengacaukan, dan melumpuhkan segala cita dan asanya.

 Banyak orang tidak siap menjalani dan menuntaskan kesulitan hidup sehingga pada waktunya sampai pada makna terdalam yang begitu mempesona dan justru mengembangkan kehidupan selanjutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun